MEMILIH YANG MANA?

24 July 2019

Rabu, 24 Juli 2019

Keluaran 16:1-5, 9-15

Mzm 78:18-19, 23-28

Matius 13:1-9

 

“Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan Tuhan, ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan masakan roti sampai kenyang!” —Keluaran 16:3

      

ORANG ISRAEL sudah dibebaskan dari perbudaan di Mesir. Firaun Raja Mesir, begitu menekan berat orang-orang Israel, sampai pemimpin orang Israel dipukuli karena tidak menghasilkan batu bata sebagaimana diharapkan, sedang Firaun sendiri tidak menyediakan jerami yang diperlukan untuk menghasilkan  batu bata (Kel  5:14). Firaun juga memerintahkan agar setiap bayi laki-laki Israel dilemparkan ke sungai Nil (Kel 1:22). Firaun tetap sangat berkeras hati, dan tetap menekan orang-orang Israel, meski setiap bayi sulung laki-laki dibunuh (Kel 12:29 dst).

Jelas-jelas, perbudaan di bawah Firaun waktu itu tak beda dengan neraka hidup-hidup. Toh orang Israel masih ingin kembali saja ke perbudaan itu. Mengapa mereka ingat akan makanan yang mereka santap daripada derita perbudaan. Oleh karena itu Tuhan memberikan ‘manna’ dar langit kepada mereka – “roti surgawi - santapan malaekat menjadi makanannya dan tanpa susah payah mereka –yakni roti yang mengandung  segala kenikmatan dan cocok dengan seleras masing-masing” (Keb 16:20).      

Tetapi, orang Israel sangat menginginkan adanya daging dalam ‘manna’ itu, maka Tuhan mengirim burung puyuh (Kel 16:13). Toh tetap saja mereka tidak puas. Bagi mereka makanan jauh lebih berharga daripada kebebasan. Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus menatakan “Tuhan mereka adalah perut mereka, kemuliaan mereka adalah aib mereka. Pikiran mereka semena-mena tertuju kepada perkara duniawi” (Flp 3:19).

Bisa saja kita sendiri juga memilih hal-hal duniawi jauh lebih berharga daripada kemerdekaan dalam Kristus. Bila itu betul, ’mari kita menyesal dan bertobat!’ “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh, dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan!” (Gal 5:1).

 

Doa: Ya Bapa, perkenankan daku hidup dalam kemerdekaan – tetapi bukannya kemerdekaan pada ’daging’. 

Janji: “Dan sebagian lagi, jatuh di tanah yang baik lalu berbuah, ada yang seratus kali lipat ada  yang enam kali lipat”. Siapa bertelinga, hendak-lah ia mendengar” --- Matius 13:8-9

Pujian: Hari ini kita peringati Santo Sharbel Makhluf, seorang pertapa Maronit, tercatat sebagai orang suci pembuat mukjizat. Ia sangat terpengaruh oleh Santo Maron, maka Gerejanya lalu disebut Gereja Katolik Maronit. Santo Sharbel ini bernafaskan liturgi barat dan timur.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.