MEMOHON DENGAN IMAN

27 June 2020

Sabtu, 27 Juni 2020 

Ratapan 2:2, 10-14, 18-19

Mazmur  74:1-7, 20-21

Matius 8:5-17

 

“Sesungguhnya  iman  sebesar ini belum pernahAku jumpai pada seseorang pun di antaraorang Israel!” --- Matius 8:10

 

PERWIRA  YANG dianggap ‘kafir’ itu jelas beriman sekali. Ini juga dinyatakan oleh Yesus sendiri (Mat 8:10). Perwira itu mengasihi hambanya, yang ia anggap sebagai ‘anaknya sendiri’. Ia mau meninggalkan rumahnya yang aman dan nyaman untuk pergi menghadap seorang ‘guru Yahudi’, yang dijajahnya, memohon pertolongan. Dan karena cinta kasih inilah serta imannya yang kuat,  menggerakkan hati Yesus untuk menanggapi sungguh-sungguh permintaannya.

Perwira yang dianggap ‘kafir’ itu mengambil langkah berani menghadap Yesus. Ia tahu mungkin apa yang ia lakukan itu merupakan kesempatan untuk ditolak, sebab ia ‘sudah kafir , komandan tentara penjajah pula’ ! Tetapi ia tidak menghiraukan keragu-raguannya dan suara hatinya yang mungkin juga berkeberatan, ia tetap dengan teguh mendatangi Yesus, karena hatinya telah percaya penuh atas kuasa Yesus. Malahan kepercayaannya menyuruh dirinya agar Yesus tak perlu datang tetapi ‘berkata sepatah kata saja’, dan ia yakin sekali hambanya akan sembuh !

Bagi kita, itu suatu contoh iman yang hidup dan aktif. Setiap rumah tangga, setiap keluarga, juga setiap komunitas mempunyai kebutuhan untuk disembuhkan oleh jamahan Yesus. Tetapi dalam komunitas kita sangat jarang sekali orang berdoa dengan iman sekuat iman penuh yakin seperti perwira itu. Memang masih ada cara berpikir atau pandangan dalam masyarakat, baiklah kita biasa-biasa saja, terima apa adanya, baik atau buruk, tak perlu berharap Yesus akan campur tangan dalam masalah kita, merubah situasi kita.

Perlu kita sadari, Yesus ingin sekali memberi kita anugerah yang baik dan berguna. Ingat sabda-Nya: “Cari – Minta – Ketuklah!”. Jalan dan cara Allah tidaklah sama dengan jalan dan cara kita! Entah kita melihat atau tidak, Allah pasti bertindak! Jawaban Allah sering justru berbentuk lain: menyembuhkan  relasi kita dengan keluarga kita, yang lama retak, pertobatan diri kita atau anggota keluarga kita yang tak terduga, hati kita  menjadi lebih berbela rasa atau lebih dermawan peduli akan sanak keluarga kita sendiri yang sakit! Terasa itu seperti misteri. Tetapi bagaimanapun pula kita tetap berdoa agar Allah tetap berkenan campur tangan dalam penyembuhan dari penyakit yang kita alami, entah itu penyakit badan, kejiwaan kita maupun rohani kita.

Allah kita itu Allah yang mahabaik, penuh kasih dan pengampunan serta dermawan, kita memiliki keyakinan dan kepastian bahwa Ia tentu berkenan bertindak.


DOA: Allah, kami mengharapkan adanya mukjizat. Kami percaya Dikau berkenan melakukan sesuatu demi kebaikan kami sebab Engkau mengasihi kami!

JANJI: “Biarkanlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji Nama-Mu!” --- Mazmur 74:21

PUJIAN: Ratih menempelkan kertas di depan meja studinya dengan spidol warna merah, bertuliskan CMK “Cari! Minta! Ketuk!”

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.