MEMULIHKAN SEMANGAT MELAYANI YESUS

06 February 2021

Sabtu, 6 Februari 2021

St. Paulus Miki, dkk

Ibrani 13:15-17, 20-21

Mazmur  23:1--6

Markus 6:30-34

 

“…Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika…..”  ----  Markus 6:31a

 

TEMPAT SUNYI  seringkali menjadi tujuan terbaik bagi seseorang yang menginginkan istirahat.  Terutama bagi seseorang yang baru saja menyelesaikan tugas berat yang diperintahkan oleh tuannya. Demikian halnya yang terjadi pada murid Yesus.   Mereka baru saja melaporkan kepada Yesus setelah ditugaskan pergi berdua-dua. Sebelumnya mereka ditugaskan  memberitakan bahwa orang harus bertobat, untuk mengusir banyak setan,  dan menyembuhkan penyakit kepada banyak orang (Mrk 6:12-13).

Yesus memberikan teladan bagaimana sikap yang baik dari seorang Guru. Yesus  sangat peka akan  kebutuhan  para muridNya.  Ia tahu apa yang diperlukan untuk memulihkan kepenatan fisik maupun batin mereka.  Karena begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Maka Yesus mengajak pergi ke tempat sunyi untuk menyendiri dan beristirahat seketika  (Mrk 6:31).  Artinya Yesus hendak menyegarkan kembali kepada para muridNya dengan semangat baru untuk mampu melakukan pelayanan selanjutnya.

Seringkali kitapun memerlukan rehat sejenak dari segala kesibukan pelayanan kepada Tuhan.  Memberi waktu untuk mengendapkan,  dan menyegarkan semangat agar mampu mengusir kejenuhan yang timbul.  Rekoleksi atau Retreat ke suatu rumah doa, ke biara ataupun pertapaan Katolik, menjadi pilihan favorit. Menyepi dan menyendiri dalam diam.  Merenung, melakukan meditasi, yang dalam kehidupan iman Kristiani berarti berdoa, berpikir dan merasakan atas apa yang telah kita lakukan, baik  dalam melayani Tuhan secara khusus maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan retreat, diharapkan  mampu membangkitkan rasa dan perasaan tentang kebenaran, tentang Tuhan, dan tentang kasih Allah lewat peristiwa-peristiwa Yesus. Ini akan  mampu memurnikan motivasi dan memulihkan semangat pelayanan kita kepada Yesus.  Kita perlu selalu mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuji dan memuliakan namaNya (Ibr 13:15), melakukan kehendakNya,   agar berkenan kepadaNya. Bagi-Nya kemuliaan sampai selama-lamanya.(Ibr 13:21). (THON)

DOA: Yesus,  mampukanlah aku untuk selalu semangat dan setia dalam melayani Engkau.

JANJI: “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa ----  Mazmur 23:6

PUJIAN: Frans kecewa karena merasa tidak dihargai oleh Gereja dalam tugasnya sebagai katekis. Setelah mengikuti Seminar Hidup Baru Dalam Roh (SHDR), ia mendapatkan  kembali semangatnya yang tulus murni untuk terus melayani Tuhan sesuai talentanya, tanpa memikirkan balas rohani.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.