MENABUR DAN MENABUR
28 January 2022
Jumat, 28 Januari 2022
St. Thomas Aquino
2 Samuel 11: 1-4, 5-10a, 13-17;
Mazmur 51: 3-4,5-6a, 6bc-7. 10-11;
Markus 4: 26-34
“…benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang..”
Markus 4:27
MUNGKIN ADA dari kita yang ber-‘hobby’ tanam menanam di kebun, tapi mungkin sangat jarang yang berpengalaman menaburkan benih; entah benih kedelai atau jagung ataupun jenis kacang-kacangan. Kalau ada, anda akan mengalami seperti yang dikisahkan dalam perumpamaan dalam Injil. Kalau belum, anda bisa mencoba tanam saja benih kacang hijau, jagung atau kedelai di pot kecil, kasih air sedikit dan biarkan kena sinar matahari, - dua-hari akan anda saksikan tunas kecil tumbuh dari gundukan tanah di pot , semakin hari semakin tinggi. Anda menyaksikan suatu mukjizat.
Pengalaman penabur menaburkan benih ini, bisa kita gunakan untuk menggambarkan dan memahami proses penginjilan. Bisa saja umat -setelah mendengarkan homili di Minggu Misi- merasa tergerak untuk ikut aktif gerakan penginjilan, apalagi kalau telah mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP). Tetapi muncul pikiran yang bisa membuat bingung: ‘Apa ya yang akan saya katakan ? Apa ya yang akan saya lakukan ? Bagaimana nanti saya harus menjawab bila ada yang bertanya ?...”
Dalam menaburkan benih sabda Tuhan – dalam pewartaan- keadaan dan situasinya tidaklah demikian. Sebagai petani secara bebas melemparkan benih-benih dari kantong benihnya, demikian pula kita yang menabur benih sabda Tuhan.
Bagaimana pribadi anda sendiri ? Apakah anda sebagai pendukung berat atau pendorong para ‘evangelizer’ ? Atau anda bisa membantu teman yang melakukan pewartaan dan nampak terbeban banyak pekerjaan ? Atau bisa saja anda senang berkumpul, bertemu dan bercakap-cakap dengan sesama, minum teh atau kopi bersama, membuat orang ‘happy’ ! Kehadiran anda pribadi, cara anda membawakan diri di tengah mereka, bisa menjadi benih sabda Allah secara tak langsung, benih itu akan perlahan tumbuh dan membesar. Anda menjadi berkat bagi teman dan sahabat anda – mungkin mereka sudah beriman atau belum kenal Kristus ! Iman teman anda semakin mantap atau teman anda semakin ingin mengenal anda dan iman anda ! Ada kuasa mengalir dari perjumpaan itu.
Kalau kebetulan anda pergi mewartakan , jangan bingung apa yang akan anda katakan tentang iman katolik anda . Cukup anda hayati hidup anda sebaik mungkin dan focus menyapa dan ramah pada teman dan sahabat dengan siapa anda bertemu . Itulah rahasia penginjilan , Kesaksian anda bisa saja lewat kata-kata tetapi bisa lewat atensi, keramahan dan bela rasa anda khususnya mereka yang membutuhkan sapaan sahabat. Jangan berkecil hati dan takut bila anda tak melihat buahnya seketika itu.
Perumpamaan hari ini menegaskan kita bahwa benih yang tak kita sadari kita tabur, tumbuh berkembang perlahan. Tunas-tunas tentu akan bermunculan mengikuti jalannya sendiri.
Tugas anda dan kita ‘menabur dan menabur’! (S.Widjojo)
DOA : Ya Tuhan, jadikanlah daku murid-Mu yang tekun dan setia. Sadarkan diriku menjadi penabur sekaligus benih yang tertabur.
JANJI : “Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku” – Mazmur 51: 4
PUJIANl: Dalam Temu PD, seorang perserta ber-sharing: ‘mempunyai tetangga se RT yang fanatik; bila lewat di gang depan rumah tentu mlengos. Suatu hari saya lihat dia lewat, saya senyum dan kebetulan dia lupa ‘mlengos’, melihat saya senyum terpaksa mengangguk; waktu-waktu berikut dari mengangguk menjadi bisa tersenyum sewaktu saya sapa dengan hormat, meski sebatas ‘selamat pagi – selamat sore’.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ