MENANGGAPI PERUBAHAN SECARA BIJAK

07 September 2018

Jumat, 7 September 2018

1 Korintus 4: 1-3

Mazmur 37: 3-6, 27-28

Lukas 5: 33-39

 

"Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.” ----  Lukas 5:36

 

DI DUNIA INI yang tetap hanyalah perubahan, karena ia selalu terjadi. Usia kita terus bertambah, demikian juga dengan rambut kita terus bertambah panjang dengan berjalannya waktu, dan suatu ketika rambut kita yang hitam berubah menjadi putih. Kehidupan manusia jaman sekarang jelas berbeda dengan kehidupan 20 tahun lalu, apalagi dengan 50 atau 100 tahun lalu. Medsos misalnya membuat dunia berubah total; sekarang orang lebih senang berkomunikasi dengan teman yang jauh melalui facebook, whats app, Instagram, dan lain-lain, daripada dengan orang yang berada di sekitarnya, di kiri dan kanannya atau yang serumah.

Apakah perubahan perlu selalu kita ikuti ? Memang perubahan terus terjadi, karena itu kita pun perlu berubah, karena kalau tidak kita akan dilindas oleh perubahan itu sendiri. Bagaimana bila ada penulis yang masih mengetik karyanya dengan mesin tik ? Pasti ia akan ketinggalan dibandingkan dengan penulis lain yang telah memanfaatkan computer untuk mengetikkan dan menyimpan karya tulisnya. Tentu saja tidak semua perubahan itu perlu kita ikuti dengan menutup mata, tetapi kita perlu mengikuti perubahan secara kritis dan  bijak. Nilai-nilai baik dari kebiasaan lama perlu kita pertahankan dan disesuaikan dengan kondisi baru yang terjadi. Medsos perlu kita ketahui, tetapi tentu saja tanpa mengabaikan teman-teman yang ada di sekitar kita; merekalah yang terlebih dahulu menjadi perhatian kita.

Semua perubahan yang membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, tentu perlu kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan kita, misalnya perkembangan teknologi yang terjadi akan membuat perusahaan atau pekerjaan kita menjadi lebih efisien dan lebih efektif. Tetapi bila perkembangan teknologi itu menggantikan tenaga manusia yang ada di perusahaan kita, maka perlu berbagai pertimbangan untuk menerapkannya, karena akan banyak orang yang kehilangan mata pencaharian, dan hal ini akan membuat keluarganya menjadi kelaparan.

Jadi pada intinya, kita tidak boleh alergi terhadap perubahan, tetapi ikutilah perubahan yang terjadi dengan penuh kebijaksanaan, sehingga memberikan dampak yang positif bukan yang negatif. Gunakanlah otak kita untuk berpikir dan hati kita untuk menentukan mana yang benar dan yang baik!

Dalam hidup iman kitapun sama. Peristiwa Pentakosta merubah semuanya. Demikian juga Baptis kita. Kita dibawa ke Hidup Baru. Adanya Rekoleksi dan Retret, tiada lain untuk melohat kebelakang dan ke depan, mana yang perlu ditinggalkan, mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus dirubah. Itu pula artinya Pembaruan Janji Baptis, Nikah dan Imamat. Adanya Perubahan ke arah yang lebih baik.  (DAG)

Doa: Tuhan, berikanlah kami karunia kebijaksanaan dalam memutuskan perubahan yang terjadi di lingkungan kami, agar tidak ada orang yang tersakiti atau dirugikan.

Janji: “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu”.  ----  Mazmur 37:3-4

Pujian: Santo Paulus, engkau mengubah pendirianmu, dari orang yang ingin membunuh orang Kristen, menjadi pengikut Kristus yang luar biasa. Hal ini menunjukkan engkau menanggapi perubahan secara bijak, dan semuanya kau lakukan dengan berserah kepada petunjuk-Nya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.