MENANTI  HIDUP  KEKAL

29 July 2023

Sabtu, 29 Juli 2023

Pesta St  Marta, Maria dan Lazarus.

1Yoh 4: 7-16;

Mzm 34: 2-11;

Yoh 11: 19-27  atau Luk 10: 38-42.


“Saudaramu akan bangkit!” --- Yoh 11: 21


Hari ini Gereja memperingati St Marta, Maria, dan Lazarus. Dengan tujuan memperingatkan kita akan peristiwa Lazarus yang dibangkitkan Yesus. Penginjil Yohanes tidak hanya mengisahkan Lazarus yang memperoleh kebangkitan, tetapi juga Marta dan Maria yang mengalami kebangkitan rohani. Mereka mengalami pembaruan iman.  Bagi mereka Yesus adalah kebangkitan dan hidup yang terasa amat nyata di dalam pengalaman hidup mereka.

Percaya akan Kebangkitan Badan dan Kehidupan kekal  adalah suatu hal yang keraguan bagi kita, yang masih hidup di bumi ini, karena pengalaman itu hanya terjadi sekali saja, setelah kita mati. Keyakinan bahwa Yesus adalah Kebangkitan dan hidup adalah suatu hal yang meragukan kita selama kita masih hidup di dunia. sebelum mengalami kematian, kita tidak akan mengalami kebangkitan dan kehidupan kekal.  Iman kita mengatakan orang yang sudah mati akan memasuki kehidupan kekal, masuk ke dalam Kerajaan Surga. Maria dan Marta adalah kita yang sedang berduka, karena saudara yang meninggal.  Pergi kepada Yesus dan memohon kehidupan atau keselamatan kekal, adalah satu-satunya untuk mendapat jawaban untuk saudara kita yang meninggal. Supaya masuk ke dalam hidup kekal dan mengalami kebangkitan badan. (Obor)

DOA: Engkaulah Kebangkitan dan Hidup. Semoga kami semakin bertekun dalam iman dan yakin suatu saat hidup kita akan sampai ke  surga. Amin.

JANJI: “Akulah Kebangkitan dan Hidup! Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup!”. Yoh 11: 14.

PUJIAN: Credo. akan Kebangkitan Badan dan Hidup Kekal. Kalau salah satu anggota Umat kita dipanggil Tuhan,kita doalam dalam Misa Kudus, Kita memohonkan pengampunan atas segala kesalahannya dan noda-noda dosa yang masih ada, sebagai syarat atau jaminan, ia dibangkitkan dan boleh masuk ke dalam hidup kekakal dalam Kerajaan Allah. Kita juga memiliki kebiasaan memperingati wafatnya dalam ketiga,ketujuh harinya; kita peringati di hsri empat puluh, serstus hari, dan akhirnya kita kenang dalam setahun meninggalnya, dan terakhir, seribu hsrinya. Dan sesudah itu manasuka, di hari ulang tahun meninggalnya. Tujuan peringatan akan orang yang meninggal bukan saja hanya untuk mohon pengampunan, mengenang beliau yang pernah hidup bersama kita, tetapi juga bagi kita, agar kita selalu sadar akan  ‘Credo’ Kebangkitan serta Hidup kekal serta akan akhir hidup kita masing-masing entah kapan. Gereja mengkhususkan berdoa memperingati para arwah kaum beriman setiap tanggal 2 November, sehari sesudah hari peringatan para kudus yang telah mulia di surga, yang menjadi tujuan hidup kita sekarang ini di bumi ini. *****

 Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.