MENANTI – MENUNGGU SANG ALMASIH
29 December 2020
Selasa, 29 Desember 2020
Yohanes 2:3-11
Mazmur 96:1-3, 5-6
Lukas 2:22-35
“Roh Kudus ada di atasnya (Simeon)” --- Lukas 2:25
KITA MEMBAYANGKAN DIRI berada di Bait Suci Yerusalem, dalam doa kita. Tak ada seorangpun saat itu di Bait Suci yang memperhatian sesuatu yang ‘asing’ pada pasangan muda yang membawa bayi yang dipersembahkan kepada Allah, kecuali Simeon. Itulah saat yang ia nanti dan tunggu lama. Itu adalah Si Bayi kecil, yang pernah dikatakan kepadanya: yakni Dia yang akan menyelamatlkan umat Israel dari dosa mereka. Dan itulah Yesus, sang Mesias. Bagaimana Simeon bisa mengenali-Nya?
Simeon mengenali Yesus, sebab ia mencari dan merindukan-Nya, seperti saat pandemi umat sangat rindu mengadiri Misa. Simeon dengan setia mengikuti hukum dan peraturan Allah dan selalu “menantikan hiburan bagi Israel” (Luk 2:26). Maka Simeon lama telah terbiasa akan suara Roh dan mendengarkan bisikan-Nya. Dan memang makna ‘Simeon’ adalah’ seorang yang mendengar’. Sampai pada suatu hari Allah bersabda agar Simeon pergi ke Bait suci, dan iapun berangkat. Karena kesetiaannya, ia dikarunia rahmat akhirnya bisa melihat dan berjumpa dengan Yesus. Ia merasa hidupnya telah cukup lengkap.
Peristiwa itu terjadi di dalam tempat suci, Rumah Allah, tempat doa dan ibadat serta dalam suasana doa.
Simeon ‘seorang yang benar dan saleh’ – kata lain dari pendoa- dan berada di tempat yang kudus, itulah yang menyebabkan dia bisa mengenali Yesus. Pendoa dan di tempat suci itulah kunci yang membuka khasanah berkat Allah.
Dan bagaimana kita sendiri ? Dalam keadaan biasa, tiap Minggu kita beribadat di Gereja, memuji dan meluhurkan Tuhan, mendengarkan sabda-Nya, mengarahkan hati kepada Tuhan. Di hari Minggu kalau kita ber-Ekaristi, kita ‘mengenali Yesus saat pemecahhan roti’. Maka kita dapat seperti Simeon – menjadi orang berdoa serta rindu mencari Yesus dan siap menyambut-Nya. Atau kita seperti orang-orang lain di Bait suci, fikiran tidak focus berdoa, malahan tetap penuh dengan hal-hal urusan duniawi. Yesus ada di sana. Ia menanti dan menunggu kita dalam Ekaristi. (SW)
DOA: Tuhan, bukalah mata hatiku agar dapat melihatMu, merangkulMu dan diubah ke dalam Diri-Mu!
JANJI: “Menyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah Nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari” --- Mazmur 96:2
PUJIAN: Ibadat Penutup dari Ibadat Harian, diakhiri dengan Kidung Simeon “Nunc dimittiis…” atau “Sekarang Tuhan perkenankanlah hambamu berpulang”, selalu berkumundang di pertapaan-pertapaan. Tidak hanya anggota ordo/kongregasi dan romo disosean melantunkan atau mendaraskan ‘Kidung Simeon’ itu , awampun mulai tertarik.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ