MENCARI YANG HILANG
16 November 2021
Selasa, 16 November 2021
St. Rochus Gozales, Yohanes de Castillio
Alphonsus Rodriques
2 Makabe 6:18-31
Mazmur 3:2-7
Lukas 19:1-10
“Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" -- Lukas 19:10
KEDATANGAN YESUS ke dunia bukan untuk orang-orang yang benar dan saleh, tetapi untuk orang-orang berdosa , orang yang tersesat dan orang yang ‘hilang’.
Injil hari ini merupakan bagian terakhir dari rangkaian kisah perjalanan Yesus menuju ke Yerusalem (Luk 19: 28-48). Ia melewati kota Yerikho, dan di situ terjadi suatu peristiwa pertobatan (Luk 19:1-10). Meski Yesus hanya lewat kota itu, tetapi sejalan dengan maksud kedatangan-Nya ke bumi, Kabar Sukacita Injil Kerajaan Allah tetap ditawarkan kepada semua orang, termasuk para pemungut cukai dan orang-orang berdosa lainnya.
Mulanya Zakheus, yang cebol, penat dari kerja, karena dari pagi sampai sore, dia bekerja sebagai pemungut cukai. Ia keluar ruang dan mendengar sang guru kondang lewat. Ia iseng untuk melihat wajah guru kondang itu. Ia tidak sadar bahwa peristiwa yang terjadi berikutnya akan merubah jalan hidupnya seterusnya. Zakheus sendiri juga kondang – dalam arti negative- karena bertugas bekerja di pihak penjajah Romawi, sebagai penarik pajak. Umumnya para pemungut pajak itu dibenci rakyat karena menarik pajak dengan peraturan yang ia buat sendiri untuk memperkaya diri di atas penderitaan rakyatnya sendiri. Sebagai kaki tangan penjajah dan pemeras, dengan sendirinya para pemungut pajak itu dibenci, dianggap kelompok kaum berdosa yang perlu dijauhi.
Sewaktu Yesus lewat dan melihat ke atas ke pohon ara, terjadilah ‘saling pandang’ antara Yesus dan Zakheus. “Zakheus segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu”. Tentu Zakheus tak bisa menolak-Nya, sebab Yesus memandangnya tanpa merendahkannya, justru dengan penuh pengertian dan kasih sayang, dan menerima Zakheus apa adanya.
Sentuhan tatap mata Yesus yang penuh kasih menunjam ke dalam hati Zakheus, sampai ia berujar, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (Luk 19:8). Zakheus, si pemeras, menjadi orang baru, yang berhati bela rasa dan berprinsip keadilan dan kasih.
Tetapi semua orang yang sok suci dan saleh, melihat peristiwa itu bersungut-sungut, dan menghakimi Yesus, “Ia menumpang di rumah orang berdosa”.
Peristiwa pertobatan Zakheus menegaskan apa yang yang dikatakan Yesus, bahwa “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk 19:10).
Kisah Zakheus mencerahkan hati kita bahwa, wajah Allah bukanlah wajah yang menghakimi dan menghukum, tetapi wajah yang menyapa, penuh kasih sayang dan pengampun. Di hati Yesus, selalu ada tempat pengampunan bagi kita yang bersalah merugikan pihak-pihak lain. (Goris Lewoleba)
DOA: Bapa Yang Maha Rahim, Kemurahan Hati-Mu selalu menghampiri kami dalam keadaan kami tak berdaya karena dosa. Temukanlah kami kembali, ketika kami sedang berada di jalan yang sesat, dan tuntunlah kami kembali ke jalan yang benar.
JANJI: "Tetapi dalam jiwa aku menderita semuanya itu dengan suka hati karena takut akan Tuhan" -- 2 Makabe 6:30
PUJIAN: Gereja hari ini memperingati Santo Rochus Gonzales dkk, Imam Yesuit Pribumi dari Paraguay (1628), bersama Bruder Alphonsus Rodriquez serta seorang misionaris Yohanes de Castillo. Mereka dibunuh oleh orang yang tidak suka adanya kemajuan orang-orang India kristiani. Para martir itu telah bekerja membawa pembaharuan bagi suku Indian. Mereka telah mengorbankan jiwa dan raga bagi sesama.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ