MENDENGARKAN
14 December 2023
Kamis, 14 Desember 2023
Yesaya 14:13-20
Mazmur 145:9-10.11.12-13ab
Matius 11:11-15
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.” --- Matius 11:11
YOHANES PEMBAPTIS dianggap sebagai orang yang paling hebat dari semua manusia yang dilahirkan oleh wanita. Bagaimana dengan Bunda Maria? Yesus sendiri tidak memberi alasan mengapa Yohanes dianggap paling hebat. Tetapi di sisi lain, Yesus juga berkata: “Namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya!” Dan untuk menutup pembicaraan, Yesus berkata: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”
Apa sesungguhnya pesan yang mau disampaikan Yesus kepada para pendengar? Untuk memahami ajaran Yesus, pertama-tama kita mulai dengan kalimat penutup Yesus: Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar. Kita ingat orangtua Yohanes Pembaptis. Zakarias dan Elizabet, yang sudah tua, sungguh setia kepada Tuhan. Telinga hati mereka selalu terbuka mendengar apa yang dikatakan Tuhan. Mujizat terjadi ke atas mereka karena berkat iman mereka yang sangat luar biasa. Demikian pun dengan Yohanes Pembaptis. Telinga hatinya selalu terbuka mendengar suara Tuhan. Pesan dan perintah Tuhan dijalankannya dengan penuh tanggungjawab. Dia tidak takut kepada siapa-siapa, kecuali Tuhan. Dialah yang mempersiapkan jalan untuk Yesus Kristus; Dialah yang memperkenalkan Yesus Kristus kepada para murid-nya dan membiarkan muridnya mengikuti Yesus Kristus. Yohanes dengan penuh rendah hati berkata: membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Yohanes juga berkata: Biarkanlah Dia menjadi lebih besar dan aku menjadi lebih kecil. Yohanes sadar akan tugas dan tanggungjawabnya. Dia adalah penyiap jalan bagi Mesias. Dia dengan berani menegur mereka yang berlaku buruk dan berbuat tidak sesuai dengan perintah Tuhan. Dia siap menderita demi kebenaran dan keadilan. Itulah Yohanes Pembaptis. Dia dipuji Yesus karena: kehebatannya dalam rangka mempersiapkan jalan bagi-Nya; memperkenalkan Yesus Kristus kepada murid-murid-nya; dan berani mati demi kebenaran dan keadilan.
Semasih hidup di dunia ini, kualitas hidup Yohanes Pembaptis tetap dianggap rendah dibandingkan dengan mereka yang sudah berada di dalam surga, walaupun yang paling kecil. Maksudnya: selama hidup di dunia ini, Yohanes masih melekat pada tubuh duniawinya; tubuh dan jiwanya masih tinggal bersama; suka dan duka silih berganti. Setan masih ada kesempatan untuk menggodainya. Jadi selalu ada kemungkinan bisa jatuh. Tetapi yang sudah berada di dalam surga, mereka hidup bersama Tuhan. Tidak ada setan di Surga. Tidak ada kemungkinan jatuh lagi. Yang ada cuma kebahagiaan untuk selama-lamanya; tidak ada kesengsaraan di dalam Surga. Marilah kita berjuang mecontohi teladan yohanes pembaptis sebagaimana St. Yohanes dari salib. (Sr. A. Marlina. Cp).
DOA: ”Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Kami ingin lebih mengenal Engkau lagi dan mendengarkan-Mu. Kami ingin mempersembahkan kepada-Mu keseluruhan hidup kami. Kami ingin mohon kepada-Mu untuk menolong kami berjalan bersama-Mu dan memperkenankan kami balik kembali kepada-Mu setiap kali kami tersesat, Amin.”
JANJI: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” - Matius 11:15
PUJIAN: Yohanes dari Salib, O.C.D. adalah seorang imam Katolik Spanyol yang berasal dari Ordo Karmel. Yohanes dilahirkan di Fontiveros, sebuah desa kecil di dekat Avila. Yohanes dari Salib dikanonisasi sebagai santo pada 27 Desember 1726 oleh Paus Benediktus XIII. Yohanes Salib adalah biarawan Karmel yang bersama St Teresa Agung membawa pembaharuan dalam Biara Karmel. Ia diakui oleh Gereja sebagai seorang Pujangga Gereja, di mana karya-karyanya dilahirkan dalam kegelapan dan tragedi pribadi. Saat mengalami kegelapan, di tempat-tempat Yohanes merasa kehilangan Tuhan, ia berhasil menemukan Tuhan, dan kehadiran Tuhan itu dialaminya sebagai pemenuhan segala yang didambakan jiwa. Pengalaman kedekatannya secara akrab dengan Tuhan ingin dibagikannya kepada orang lain, melalui ajaran: melepaskan segala sesuatu yang dianggap sangat menyenangkan dan penting dalam hidup untuk Tuhan. Berhubungan dengan itu ia dikenal sebagai pembimbing rohani yang handal.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)