MENDENGARKAN DAN MELAKSANAKAN SABDA TUHAN
14 December 2021
Selasa, 14 Desember 2021
St. Yohanes dari Salib
Zefanya 3:1-2.9-13
Mazmur 34:2-3.6-7.17-18.19.23
Matius 21:28-32
“Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya" --- Matius 21:32
DALAM BACAAN Injil hari ini, kita membaca perumpamaan tentang seorang ayah yang menyuruh kedua anaknya untuk pergi bekerja di kebun anggurnya. Anak pertama menanggapi Bapanya dengan jawaban: Baik, Bapa. Tetapi ia tidak pergi. Sedangkan anak yang kedua menjawab Bapanya: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Di akhir perumpamaan-Nya, Yesus menegaskan bahwa anak yang kedualah yang melaksanakan kehendak Bapanya.
Anak pertama melambangkan para imam kepala dan para pemuka umat yang memang pakar dalam pengertian Kitab Suci, pengertian berbagai pengajaran maupun pertobatan. Tetapi semua pengertian mereka baru sebatas sebagai pengetahuan, belum dipraktekkan oleh mereka dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Anak kedua melambangkan para pemungut cukai dan para pendosa. Mereka awalnya menolak perintah Bapa, namun akhirnya penuh dengan penyesalan dan melaksanakan perintah Bapanya. Mereka yang empunya kerajaan Allah.
Kita termasuk yang mana, anak pertama atau kedua? Jika kita masuk dalam kelompok anak pertama, tidak cukup menyatakan “Ya”! Kita perlu segera melaksanakan sabda Tuhan, jangan berhenti hanya menjadikan sabda Tuhan dalam pikiran saja. Kalau demikian sabda yang tertabur dalam diri kita, tidak akan hidup tumbuh berkembang dan berbuah. Jika kita masuk dalam kelompok anak kedua, setelah menyadari bersegeralah memohon pengampunan dari Bapa dan kita segera melaksanakan sabda-Nya.
Nampaknya anak kedua ini memiliki relasi pribadi dengan bapanya, sehingga kalau ayahnya meminta dan menyuruh, kita akan menanggapi dengan ‘kesiapsiagaan’. Meski awalnya menolak, dia lalu sadar akan kasih sayang sang ayah.
Sejauh mana kita secara pribadi memiliki relasi pribadi yang intim dengan Allah Bapa, Putera dan Allah Roh Kudus? (Lisa S.)
DOA: Curahkan rahmat-Mu ya Bapa agar kami semakin rendah hati dan semakin taat untuk mendengarkan dan melaksanakan sabda-Mu.
JANJI: “Karena Tuhan jiwaku bermegah, biarlah orang - orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita”. Mazmur 34:3
PUJIAN: Santa Maria Magdalena memberikan teladan kepada kita semua, ia datang, diampuni dan dibebaskan Yesus dari roh-roh jahat.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ