MENDENGARKAN SUARA HATI
20 March 2023
Senin, 20 Maret 2023
HARI RAYA S. YOSEF, SUAMI SP. MARIA
2 Sam 7:4-5a. 12-14a, 16;
Mzm 89: 2-5, 27.29;
Roma 4: 13-14,16-18.22; Lukas 2: 41-51a.
“Bapa-Mu dan aku cemas mencari Engkau, jawab-Nya kepada mereka, “Mengapa kamu mencaRi Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?. --- Luk 2:48-9
Hari ini kita memperingati Hari Raya St. Yusuf, suami Santa Perawan Maria. Kalimat terakhir bacaan Injil hari ini mengatakan demikian: “Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.” Apa yang diperbuat Yusuf itu? “Ia mengambil Maria sebagai istrinya” (ay. 24). Ada baiknya hari ini, entah sebagai suami atau istri, kita merenungkan panggilan kita masing-masing. Panggilan adalah suatu jawaban. Ya, menjawab untuk “membuat” sesuatu. Yang dibuat oleh Yusuf (dan juga Anda sebagai suami) “mengambil Maria sebagai istri.” Yusuf berinisiatif mengambilnya, artinya memilih sendiri Maria sebagai pendampingnya. Ini adalah suatu keputusan pribadi. Dan keputusan ini ada dasarnya. Keputusan diambil setelah dia mengalami pergulatan dan akhirnya diteguhkan oleh Tuhan sendiri. Peneguhan oleh Tuhan itu dalam Kitab Suci digambarnya dengan hadirnya “malaikat Tuhan”. Kita juga kerap mengalami peneguhan Tuhan sendiri lewat hati kita. Setiap kita mau mengambil suatu keputusan, suara hati kita ikut berbicara. Perasaan yang muncul dari hati kita juga ikut “mengobok-obok” kita. Bila kita tidak membuat yang benar sesuai suara hati kita, perasaan atau hati kita tidak tenang, selalu gelisah, cemas, was-was, takut, dsb. Sebaliknya, bila kita mengikuti suara hati kita, kita merasa damai, tenang, tentram, bahagia, semangat. Bagaimana diriku sebagai suami atau istri, ‘sebagai kepala keluarga, dalam mengambil suatu keputusan? Apakah aku masih setia mendengarkan suara hatiku? Atau aku lebih senang mengikuti kesenanganku, kepuasaan sesaat, dan kelihatan hasil yang hebat, atau lebih berdasarkan emosi? (JK)
DOA: “Semoga aku setia membina suara hatiku dengan peka mendengarkan bisikan-Mu !” Amin.
JANJI: ”Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya”- Mzm 89: 3
PUJIAN: Santo JOSEF Tiap tanggal 19 Maret, kita memperingati Santo Yosef, sebagai Pelindung Keluarga Kudus - dan Pelindung keluarga umat kristiani. Dan juga tanggal 1 Mei kita peringati beliau sebagai pelindung para pekerja, sebagai salah satu cara Gereja membendung pengaruh ajaran Komunisme. St. Yusuf merupakan salah satu orang kudus favorit. Karena itu kita tidak heran muncul banyak devosi kepada St. Yusuf, baik berupa doa-doa dan lagu-2. Karena begitu cintanya, sampai dipatungkan sesudah Bunda Maria dan Keluarga kudus. Malahan sekarang mulai dicari umat patung St Yusuf yang dalam posisi tidur. Ini terinspirasi oleh peristiwa sebelum Keluarga Kudus mengungsi ke Mesir menghidri aksi pembunuhan bayi-bayi atas perintah Raja Herodes yang marah besar (Mat 2: 13-18). Pikiran saleh agar umat meneladan beliau dalam mencari kehendak Allah.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ