MENDENGARKAN TUHAN

09 February 2024

Jumat, 9 Februari 2024

1 Raja-Raja 11:29-32;12:19

Mazmur 81:10-11ab.12-13.14-15

Markus 7:31-37


“…yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.” --- Markus 7:37


BANGSA ISRAEL adalah bangsa yang tegar tengkuk, Keras Kepala dan berkepala batu(Yes 48:4). Bahkan ini Tuhan sebutkan berulang kali dalam beberapa kitab dalam Alkitab kita diantaranya di kitab Ulangan, Keluaran, Yeremia, dan beberapa  kitab lainnya. Berbagai kebaikan dan pertolongan yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel tidak pernah diingat oleh bangsa Israel. Saat ditolong mereka akan menyembah dan memuji Tuhan. Saat sudah lepas dari masalah mereka lupa dengan Tuhan. Tidak mau mendengar apa yang diperintahkan Tuhan. Mereka kawin campur dengan bangsa yang tidak mengenal Tuhan bahkan ikut menyembah apa yang disembah bangsa asing tersebut. Dan ini berulang-ulang dilakukan oleh bangsa Israel. Tentu ini sangat membuat Tuhan murka. Maka Sabda Tuhan melalui nabi Ahia  akan mengoyakkan kerajaan Israel diberikan kepada Yerobeam hamba Salomo, dan sisakan satu suku tetap padanya  oleh karena Daud yang Setia melakukan apa yang benar di Mata Tuhan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturan Tuhan.

Bangsa Israel sebagai bangsa pilihan telah banyak melihat dan mengalami  mujizat-mujizat besar yang Tuhan lakukan melalui para nabi yang diutus. Yang paling spektakuler adalah nabi Musa. Melalui Musa Tuhan membelah laut Teberau sehingga menjadi jalan daratan yang kering untuk bangsa Israel menyeberanginya. Ada tiang awan di siang hari yang menudungi perjalanan bangsa Israel sehingga tidak panas. Ada tiang api di malam hari sehingga bangsa Israel tetap dapat melihat dalam perjalanan di malam hari dan tidak kedinginan. Dan masih banyak mujizat lainnya yang Tuhan lakukan bagi bangsa Israel. Masa itu bangsa Israel melihat perbuatan Tuhan dan mendengar firman Tuhan secara langsung lewat nabi Musa. Setelah itu setiap menemui masalah bangsa Israel selalu bersungut-sungut. Nabi Musa kelamaan di atas gunung Sinai mereka lalu buat patung lembu emas untuk disembah. Dan masih banyak lagi kebebalan  bangsa Israel yang membuat Tuhan murka. Maka melalui nabi Yeremia Firman Tuhan dengan keras mengatakan hai bangsa yang tolol dan tidak mempunyai pikiran, punya mata tapi tidak melihat, punya telinga tetapi tidak mendengar. (Yer 5:21)

Injil hari ini Tuhan Yesus  menyembuhkan orang Tuli dan tidak bisa bicara. Orang tuli tersebut pasti mengalami sukacita yang tidak bisa dilukiskan. Apa yang dipesankan Yesus untuk tidak menceritakan kepada siapapun tidak dihiraukan. Makin dilarang-Nya  mereka, semakin luas mereka memberitakannya. Di sini kesannya Si Tuli tidak mau mendengar apa yang di pesan Yesus. Namun Si Tuli bukan melakukan suatu kejahatan. Dia menceritakan tentang kebaikan Tuhan Yesus dan kesembuhan yang dia alami saat mengalami penjumpaan dengan Tuhan Yesus. Bukan saja secara fisik yang disembuhkan tetapi  rohaninya juga disembuhkan dan diubahkan. Mari sahabat Kristus berusahalah mencari dan mengalami penjumpaan dengan Tuhan Yesus. Bukankah Yesus berkata carilah maka kamu akan mendapat. Sehingga telinga rohani kita dicelikkan dan menjadi terbuka terhadap setiap perkataan firman Tuhan dan kita semakin peka dengar-dengaran suara Tuhan serta berusaha untuk taat dan melaksanakannya. (Nai Li).

 

DOA: ”Ya Bapa, bukakan dan celikan hati dan telinga rohani kami agar kami semakin peka mendengar dan memperhatikan sabda-Mu, Amin.”

JANJI: ”Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.” - Mazmur 81:14-15

PUJIAN: Santa Apolonia lahir di Aleksandria, Mesir. Karena imannya kepada Kristus, ia ditangkap, dianiaya, dan dibakar hidup-hidup pada tahun 249 pada masa Pemerintahan Kaisar Philipus. Kemartirannya disebabkan oleh penolakannya untuk menyangkal imannya. Apolonia Dikenal sebagai seorang Martin dari Gereja Kristen awal. Santa Apolonia lebih Pilih mendengar sabda Tuhan yaitu pikul salib dan sangkal diri. Dia Pilih untuk menolak saat disuruh untuk menyangkal imannya. Dia tidak mau mendengar apa yang diperintahkan Kaisar untuk menyangkal imannya dengan segala resiko yang dihadapinya

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.