MENERUSKAN KARYA SANG GURU
29 May 2022
Minggu, 29 Mei 2022
Minggu Paska VII
Kisah Para Rasul 7: 55-60
Mazmur 97: 1,2b,6-7,9
Wahyu 22: 12-14, 16-17, 20-26
Yohanes 17: 20-26
“Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku berkat pemberitaan mereka”
Yohanes 17: 20
PENTAKOSTA : Hari Lahirnya Gereja. Berkat kotbah Petrus, lahirlah pengikut-pengikut Kristus , umat yang baru. “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu orang” (Kis 2: 41). Semua rasul memberitakan pertobatan dan keselamatan dalam Yesus Kristus. Dan banyak sekali orang yang menanggapinya.
Itu merupakan realisasi dari Amanat Agung Yesus Kristus, Sang Guru, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan” (Mat 16:15-16).
Dan dalam ‘perjamuan malam’ Yesus berdoa bagi para rasul dan para murid-Nya. Dan ada yang mengagetkan, sewaktu Yesus berdoa, Ia bersabda “Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang , yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka” (Yoh 17:20). Ini berarti termasuk kita-kita juga yang didoakan Yesus, kita yang hidup di era digital ini. Yesus juga berdoa untuk teman dan sahabat serta keluarga yang berkat pewartaan kita, menerima Yesus, dan menjadi putera-puteri Gereja . Dan Gereja bagi kita semua adalah ‘Ibu’, dan kita adalah anak-anaknya.
Ada kisah dari Napoleon Bonaparte dari Perancis. Ia katakan, “Sejauh negeri Perancis memiliki ibu-ibu yang baik, mereka akan memiliki anak-anak yang baik juga!”
Mengapa status ibu ditempatkan paling atas sebab para ibulah yang membentuk dan mewarnai hati para putranya yang nantinya akan membentuk dan mewarnai dunia! Masih ada alasan lagi bahwa para ibu ada paling atas, sebab tak ada seorang pun lebih faham dan mengerti betul melengkapi dan menyempurnakan karya Sang Guru daripada seorang ibu.
Dengan Kenaikan Yesus ke sorga, karya agung penebusan belumlah selesai. Ia meminta para rasul dan murid-Nya untuk meneruskan dan menyempurnakannya. Umat Gereja Perdana, di zaman para rasul, melaksanakan dan meneruskan karya agung - karya keselamatan- dari sang Guru, tidaklah mudah. Tantangan menghadang, korban berjatuhan, Stefanus dilempari batu sampai mati, Rasul Yakobus muda uskup Yerusalem pertama dibunuh. Keduanya menjadi martir. Ada pepatah ‘sanguis martyrum-semen Christianorum’ - Darah para martir merupakan benih umat kristiani. Petrus dan Yohanes ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara karena imannya kepada Yesus. Maka tepatlah kalau Yesus mendoakan para rasul dan umat yang percaya kepada-Nya berkat pewartaan mereka ini.
Tiba giliran kita saat ini dan di sini. Kita perlu mempersiapkan diri dan melatih diri dengan segala kecerdasan dan ketrampilan yang Tuhan karuniakan. Kita juga memanfaatkan tehnologi komunikasi yang memadai guna meneruskan pewartaan Karya Agung Allah. Kita harus percaya Yesus tetap dan terus mendoakan kita-kita.
Kita tak cukup berdoa, ’datanglah Kerajaan-Mu’ tetapi benar-benar sebagai putera-puteri Gereja - Ibu kita- kita turun ke lapangan, dengan pewartaan dan kesaksian hidup kita, agar sebanyak mungkin orang di negeri kita semakin banyak yang ‘percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya (kamu) karena imanmu memperoleh hidup kekal dalam Nama-Nya (Yoh 20: 30). (S.W)
DOA: Ya Yesus panggillah sebanyak mungkin kaum muda untuk meneruskan Karya Agung-Mu di negeri ini maupun di negeri luar, karena dalam sepanjang sejarah Engkau selalu memanggil dan mengutus murid-murid-Mu.
JANJI: “Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus” Kisah para Rasul 7: 58
PUJIAN: Di masa Pandemi Kovid-19 ini, Badan Pelayanan Nasional, Pembaharuan Kharismatik Katolik (BPN PKK) merekrut dan melatih banyak generasi muda menjadi pemimpin dalam pelayanan khususnya dalam pewartaan Injil dan pengajaran iman katolik.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ