MENGALAMI PEMBARUAN HIDUP

15 November 2022

Selasa, 15 November 2022

Wahyu 3:1-6,14-22

Mazmur 15:2-3ab,3cd-4ab,5

Lukas 19:1-10


“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham." --- Lukas 19:9


TINDAKAN APA yang akan Anda lakukan jika Anda kehilangan suatu barang, apakah Anda akan membeli yang baru atau mencari barang tersebut sampai menemukannya? Mungkin sebagian Anda akan menjawab tergantung nilai barangnya apakah mahal atau murah. Inilah yang sering jadi masalah dalam kehidupan kita, kita sering membedakan murah dan mahal, kudus dan najis, layak dan tidak layak, suka dan tidak suka, hal-hal demikian sering dijadikan tolak ukur dalam menilai segala sesuatu.

Hal ini juga terjadi pada Zakheus yang di kisahkan dalam Injil hari ini  dan ketidak-sukaan bangsa Yahudi atas Zakheus karena pekerjaan Zakheus sebagai pemungut cukai yang dianggap sebagai orang paling berdosa di hadapan Allah. Karena dianggap Zakheus adalah penarik pajak yang memeras bangsanya sendiri dan dinilai tidak pantas mendapatkan pengampunan dan keselamatan dari Tuhan. Makanya ketika Tuhan Yesus katakan akan bertamu dan menginap di rumah Zakheus, mereka marah kepada Yesus.

Tapi coba Anda  lihat apakah Yesus menanggapi kritikan dari bangsa Yahudi ini? Yesus sendiri tidak peduli dengan kritikan masyarakat Yahudi ini. Dikatakan bahwa Yesus datang ke dunia ini adalah untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang dan bagi Tuhan, Zakheus merupakan seorang yang terhilang. Saat Yesus memberitakan Injil terjadi pertobatan pada diri Zakheus di mana dia berjanji kepada Yesus untuk memberikan separuh dari hartanya bagi orang miskin. Selain itu ia akan membayar empat kali lipat kepada orang yang pernah dia peras atau tipu. Di sini terjadi perubahan dan pembaruan hidup dalam diri Zakheus.

Bukankah Anda dan saya sama seperti Zakheus, pernah menjadi orang yang terhilang dulunya dimana kita pernah menyimpang dari rencana Allah? Melalui keselamatan yang dianugerahkan kepada kita sehingga kita dapat menjadi manusia baru. Tuhan menghendaki agar sebagai manusia baru yang telah dselamatkan, yakni Anda dan saya harus menjadi rahmat bagi yang lain dengan menerima sesama tanpa memandang derajat sosial, suku, agama, budaya dengan cinta Allah dengan tulus. Kiranya harapan Tuhan kepada kita akan terlaksana dalam hidup kita. (JRS).

DOA: “Tuhan kami bersyukur kepada-Mu sebab Engkau mengajari kami untuk senantiasa melakukan yang terbaik dalam hidup kami, yakni dengan peduli pada sesama kami,  dimanapun kami berada.”

JANJI: “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”  Lukas 19:10

PUJIAN: Anton (Samaran), seorang ayah yang kerjaannya setiap hari hanya minum dan berjudi sehingga mengabaikan anak keluarganya. Setelah diajak oleh salah satu hamba Tuhan yang mendoakan dia ketika sakit dan rahmat Tuhan menyembuhkannya, membuat Anton menyadari akan kebaikan Tuhan. Hal ini membuat Anton menyadari bahwa selama ini dia telah hidup dengan sia-sia, yang Tuhan berikan dan membuatnya bertobat. Kemudian dia mengambil keputusan untuk tidak berjudi dan minum-minuman beralkohol lagi dan sekarang Anton rajin ikut salah satu komunitas persekutuan doa, berdoa bersama, merenungkan firman Tuhan bersama.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.