MENGAMBIL SIKAP CERDIK CERDAS DI TENGAH TANTANGAN
14 July 2023
Jumat, 14 Juli 2023
Kejadian 46: 1 - 7. 28 - 30
Mazmur 37: 3-4. 18.19.27.28. 39 -40
Matius 10: 16 - 23
HARI INI kita disajikan bacaan Injil mengenai tantangan dalam seluruh tugas pengutusan sebagai murid Tuhan Yesus, selain dituntut untuk tampil sederhana, Yesus menantang para murid-Nya untuk bijaksana dan siap menghadapi berbagai tantangan, penganiayaan, dan pengkhianatan. Mereka diutus seperti domba ke tengah kawanan serigala. Domba adalah hewan yang melambangkan kelembutan, kepatuhan, tetapi juga ketidakberdayaan.
Ungkapan “Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala” mengisyaratkan tantangan yang akan dihadapi para murid dalam tugas pengutusan mereka. Mereka akan mengalami bahaya, penganiayaan, penolakan, dan ejekan dari orang-orang di sekitar. Yesus tidak menyembunyikan kenyataan bahwa dengan mengikuti Dia, orang akan mengalami banyak cobaan dan tantangan. Sejak dari awal jemaat Kristen telah menghadapi penganiayaan yang keras.
Kisah tentang penolakan dan penganiayaan atas nama agama dewasa ini juga tidak kalah mengerikan. Sampai sekarang kita berhadapan dengan intoleransi, ketidakpedulian, dan ketidakadilan. Berhadapan dengan situasi ini, Yesus menegaskan tiga hal;
Pertama; Yesus meminta kita untuk “cerdik seperti ular.” Melalui ungkapan ini, Ia mengajak kita agar bersikap kreatif sehingga memungkinkan keberhasilan proses kesaksian iman di tengah dunia modern dewasa ini.
Kedua; Yesus juga meminta kita untuk “tulus seperti merpati.” Dengan segala kebijaksanaan dan kepintaran dalam menghadirkan kasih Allah ke tengah dunia, setiap orang dituntut untuk menanamkan semangat kejujuran, kesederhanaan, dan kerendahan hati.
Ketiga; Yesus menasihati kita untuk tidak khawatir tentang apa yang harus kita ungkapkan karena “bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” Sejatinya, dalam seluruh usaha dan tanggung jawab yang kita emban, kita perlu sadar akan kenyataan bahwa Roh Kudus akan selalu menggerakkan kita untuk tetap setia dalam mewujudkan semangat Injil, dalam tugas perutusan di tengah tantangan dengan sikap cerdik cerdas dan tulus.
Mari kita selalu ingat bahwa dalam mengikuti Yesus dan sebagai murid, kita memiliki simbol cinta sejati yaitu; salib. Tuhan meminta kita untuk berani memikul salib hidup kita sebagai bagian dari persekutuan dengan sang Gembala Sejati yang telah memenangkan penderitaan-Nya di atas salib. Semoga kita berani berjuang sekuat mungkin untuk melaksanakan tugas kita dengan penuh tanggung jawab. (SAM).
DOA: ”Tuhan Yesus kami mengucapkan syukur kepada-Mu atas kelimpahan berkat-MU dalam hidup ini. Beranikan kami mengambil sikap cerdik cerdas di tengah tantangan dengan hati yang tulus seperti merpati, semangat sebagai pengikut- MU. Kemanapun kami Kau utus sebab Engkau dalam Roh yang kudus berbicara untuk kami dan Engkau yang hidup kini dan sepanjang masa, Amin.”
JANJI: ”Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.” - Matius 10:20
PUJIAN: Pak Jokowi mengangkat pak Prabowo, saingan utamanya dalam Pemilihan Presiden tahun 2019, masuk ke dalam cabinet sebagai Menteri Pertahanan. Ia melakukannya karena tidak ingin adanya perpecahan di antara berbagai anak bangsa di Indonesia ini. Pak Jokowi melupakan persaingannya dan merangkul musuhnya itu untuk menjadi sahabat, dan bersama-sama membangun bangsa ini. Inilah tipe seorang negarawan yang sejati. Ia tidak memperhatikan kebutuhan individunya tetapi ia malakukannya demi keutuhan bangsa. Kiranya Tuhan yang memimpin pak Jokowi untuk melakukan hal itu.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ