MENGAMPUNI ADALAH MEMBEBASKAN
12 August 2021
Kamis, 12 Agustus 2021
Yosua 3:7-10a, 11, 13-17
Mazmur 114:1-6
Matius 18:21–19:1
“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?.” Matius 18:21
MENGAMPUNI ADALAH hal yang tidak mudah, apalagi orang yang bersalah kepada kita tidak ada itikad untuk meminta maaf. Saya pernah mengalami beberapa kali meminjamkan uang kepada teman atau tetangga. Jika uang tersebut belum dikembalikan sesuai waktu yang dijanjikan, hati saya tersiksa dan ‘ngedumel’ dalam hati. Mau menagih tapi tidak tega. Ternyata si peminjam uang malah berfoya-foya dengan memborong banyak barang. Tetapi kalau yang pinjam itu benar-benar orang yang serba kekurangan dan yang sudah berusaha mencari nafkah sekuat tenaga, baiklah kita iklaskan saja. Ini lalu tidak menjadi beban pada dia dan pada diri kita sendiri. Ini juga maknanya tidak jauh dari ‘mengampuni’.
Dalam Doa ‘Bapa Kami’, kita katakan ‘Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami’. Tetapi hari ini lebih dasyat lagi, Tuhan Yesus menyuruh kita untuk mengampuni sampai ‘tujuh puluh kali tujuh kali’. Hal itu berarti bahwa kita harus mengampuni sesama tanpa batas.
Untuk peminjam uang yang tidak mengembalikan pinjamannya, dengan pertolongan rahmat Tuhan, saya akhirnya bisa mengikhlaskannya. Dengan begitu, saya bukan hanya telah membebaskan orang tersebut dari hutangnya, melainkan juga membebaskan diri saya dari segala pikiran jahat dan hati yang tersiksa.
Tuhan Yesus mengajarkan dan memberi teladan kepada kita untuk mengampuni orang lain, sebab diri kita juga telah diampuni oleh-Nya. Marilah kita selalu memohon kepada Tuhan agar mampu melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. (TDU)
DOA: “Tuhan Yesus, berilah kami kekuatan dan rahmat-Mu agar mampu mengampuni sesama kami seperti halnya Engkau telah mengampuni kami. Amin.”
JANJI: “Dari hal inilah akan kamu ketahui, bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kamu ...” Yosua 3:10a
PUJIAN: Presiden kita saat ini, Joko Widodo, ia selalu bijaksana dalam menanggapi orang yang menyakiti hatinya.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ