MENGAMPUNI DENGAN SEGENAP HATI
09 March 2021
Selasa, 9 Maret 2021
Ulangan 3:25, 34-43
Mazmur 25:4-5ab, 6, 7bc, 8-9
Matius 18:21-35
“Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.” Matius 18:35
MANUSIA MANA yang tidak pernah berbuat salah? Setiap dari kita pasti pernah, bahkan sering berbuat kesalahan. Tanpa menyadari kesalahan, kita tidak akan meminta maaf. Dan sungguh suatu kelegaan, jika kita mendapat pengampunan, terutama pengampunan dari Allah yang membebaskan kita dari maut.
Pengalaman akan belas kasih Allah, melahirkan rasa syukur dalam diri kita. Dengan rasa syukur inilah kita dimampukan untuk berbelas kasih dan melepaskan pengampunan juga bagi orang yang telah menyakiti kita. Kita memberi kesempatan baginya untuk merasakan belas kasih Allah melalui pengampunan kita.
Yesus juga mengajarkan kita untuk mengasihi sesama kita, termasuk musuh kita. Terhadap ‘musuh,’ kita tidak membalas jahat tetapi kebaikan. Itu kekhasan iman kita. Yesus ingin memberikan kedamaian dalam diri kita. Dengan hati yang berbelas kasih dan bersyukur, akan menghadirkan kedamaian dalam hidup kita dan dalam diri sesama kita. Semoga kita dimampukan untuk mengasihi dan mengampuni sesama terus-menerus. (RIC)
DOA: “Tuhan Yesus, kami bersyukur atas pengampunan yang Engkau berikan. Mampukan kami selalu mau mengampuni orang-orang yang menyakiti kami.”
JANJI: “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.” Mazmur 25:8
PUJIAN: Paus Yohanes Paulus II merupakan contoh seorang yang berbelas kasih. Dia mampu mengasihi dan mengampuni orang yang hendak membunuhnya. “Aku memaafkanmu, sahabat. Aku mengampunimu.” Itulah yang disampaikan Paus ketika ia mengunjungi Mehmet Ali Agca di penjara.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ