MENGAMPUNI – DIAMPUNI
18 June 2020
Kamis, 18 Juni 2020
Sirakh 48: 1-14
Mazmur 97: 1-7
Matius 6:7-15
“Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapa-mu yang di sorga akan mengampuni kamu juga!” --- Matius 6:14
TERANG DAN JELASLAH ajaran Yesus tentang pentingnya mengampuni. Agar kita memperoleh pengampunan, kita perlu lebih dahulu mengampuni orang. Kita tahu itu sangat-sangatlah sukar: mudah diucapkan – sukar dilaksanakan ! Khususnya kalau kita atau saudara kita sendiri yang disakiti atau menjadi korban dikhianati. Tetapi sementara itu kita sebagai orang beriman tahu dan sadar betul bahwa tak ada yang mustahil bagi Allah. Allah sangat kuasa sekali untuk memaafkan kita tetapi juga berkuasa untuk memberi kita rahmat-Nya yang memampukan kita untuk memaafkan.
Kita ingat peristiwa keji di Rwanda, Afrika, yakni pembantaian suku Tutsi oleh suku Hutus yang hidup bertangga, di tahun 1994 lalu. Ada seorang mahasiswi suku Tutsi, bernama Immaculee Ilibargiza, terpaksa mengungsi bersama teman-teman se fakultasnya untuk menghindari pembunuhan massal. Dia tiga bulan lamanya bersama tiga mahasiswi lainnya sesuku bersembunyi berdesakan di dalam kamar mandi . Waktu dihabiskan untuk berdoa rosario. Ia sadar sewaktu doa Bapa Kami, Allah Bapa tidak berkenan dia menyimpan dendam dalam hati dan marah kepada orang yang akan membunuhnya, yang ia dengar sudah ada di luar tembok kamar mandi.
Immaculee memohon Tuhan agar berkenan membantu dirinya agar bisa memaafkannya. Tetapi bagaimana mungkin dia bisa mengampuni orang yang berbuat jahat sekejam itu ? Ia bertanya kepada Tuhan dalam doa yang khusuk. Beberapa hari kemudian setelah doa-doanya yang terus menerus itu, ia mendengar suara Allah yang bersabda: “Kamu semua adalah anak-anak-Ku”. Kata-kata itu dan pengalaman lama akan kasih Allah yang berlimpah, ia mampu untuk memaafkan para pembunuh dan malahan memohon agar Allah juga memaafkan para pembunuh itu. Sewaktu pulang ke kampung halamannya ia secara pribadi pergi ke penjara dan memaafkan pembantai keluarganya termasuk ayah, ibu dan dua saudaranya, yang menjadi korban.
Bagaimana kita sendiri Bila kita mengalami kesukaran berat untuk dapat mengampuni, kita berdoa sebagaimana Immaculee dari Rwanda lakukan. Memohon Allah agar berkenan menunjukkan jalan cara memaafkannya. Dan kita tak boleh berhenti berdoa sampai ini terjadi. Kita akan disembuhkan oleh Allah sejauh kita sampai bisa memaafkan. Kalau kita membuka hati kita kepada kasih Allah yang tak-terbatas, kita memohon agar sinar kasih penyembuhannya menyinari bagian hati kita yang paling terluka, dan itu pasti terjadi. Tak ada yang mustahil bagi orang beriman.
DOA: Bapa, jadilah diriku orang yang pengampun sebagaimana Bapa maha pengampun.
JANJI: “Jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” --- Matius 6:15
PUJIAN: Tuti mengikuti Retret Penyembuhan Luka batin. Ia meminta didoakan agar ia mampu mengampuni suaminya yang tidak setia dan meninggalkan dirinya. Sewaktu karunia memaafkan diberikannya, Tuti lalu merasa lega, bisa mengampuni. Ia tidak cemas dan bingung lagi. Dengan tabah dia meneruskan tekadnya menjadi ibu yang penuh kasih untuk kedua anaknya. Ia siap menjadi ‘single mom’ dan ikut komunitas ‘YANA’ (You Are Not Alone).
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ