MENGAMPUNI? YA!

16 August 2018

Kamis, 16 Agustus, 2018            

Yehezkiel 12:1-12

Mzm 78:56-59, 61-62

Matius 18:21—19:1

 

 

“Tuhan , sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” --- Matius 18:21

MENGAMPUNI SESAMA, adalah ujud dari Hukum Kasih. Kalau kita menyatakan diri ‘mengasihi saudara’ mau tak mau, pengertian itu mencakup ‘mengampuni’! Tiap hari kita berdoa “Bapa Kami”, “ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami!” Kalimat itu sekedar meluncur dari bibir karena sudah hafal, atau keluar dari lubuk hati  kita? Memang tak mudah mengampuni orang, apalagi kalau sudah beberapa kali menyakiti hati kita. Meskipun kita sadar akan perintah ini, tetapi sakit hati tetap ada. Ingatan akan perbuatan yang menyakitkan tetap terngiang-ngiang.

Tindakan ‘mengampuni’ adalah ‘tindakan Ilahi’. Dan kalau bersalah itu suatu ‘tindakan manusiawi’. Tak ada cara atau jalan untuk bisa dan mau mengampuni kecuali kita berdoa kepada Yesus untuk dimampukan untuk bisa ‘mengampuni’.

  • Ingat sewaktu Yesus tergantung di kayu salib. Ia berdoa “Ya Bapa ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” (Luk 23:24);
  • Kisah anak hilang (Luk 15:11-32), sebenarnya ‘kisah seorang Bapa yang tetap bersedia menerima kembali anaknya yang menyalah gunakan kebebasannya, yang membawa mala-petaka. Sang ayah meneriama dia kembali, artinya ia mengampuni anaknya.
  • Stefanus martir pertama sewaktu jelang ajal dilempari batu berdoa “Ya Tuhan Yesus, ....Janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka” (Kis 7:60).
  • “Hendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6:36). “Murah hati” kita maknai “pengampun”
  • Akhir dari perumpamaan tentang pengampunan, dikatakan, “Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudara dengan segenap hati “ (Mat 18:35).

Doa: Bapa, yang bermurah hati, mampukan aku untuk bermurah hati dengan mengampuni saudaraku yang bersalah kepada!

Janji: “Bukan sampai tujuh kali, melainkan  sampai tujuh puluh kali tujuh kali”--- Matius 18:22

Pujian: Arnold mengikuti Retret ‘luka batin’, yang membuat dia sering pusing. Setelah didoakan team doa, dia menangis lega, karena dia bisa memaafkan dan melupakan kesalahan teman sekantor.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.