MENGANDALKAN TUHAN
07 July 2022
Kamis, 7 Juli 2022
Hosea 11: 1.3-4.8-9
Mazmur 80:2ac.3b.15-16
Matius 10:7-15
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. --- Matius 10: 10
YESUS MENGUTUS para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Sorga, demikian pula kita sebagai murid Yesus juga mendapatkan tugas perutusan. Dalam tugas perutusan ini, Yesus melarang kita untuk membawa bekal apapun juga karena kita sebagai pekerja-Nya akan mendapat upah.
Dalam keseharian, ketika kita akan menjalankan tugas dan pergi menempuh perjalanan jauh, biasanya kita akan menyiapkan bekal yang kita butuhkan dalam perjalanan. Dengan bekal yang kita bawa tersebut kita tidak merasa khawatir akan kekurangan sesuatu dalam perjalanan karena kita berpikir semua keperluan dalam perjalanan telah tersedia.
Hidup kita adalah sebuah perjalanan dimana kita masing-masing memiliki tugas perutusan yang berbeda-beda. Dalam Sabda-Nya hari ini, Tuhan Yesus menginginkan kita melalui perjalanan tanpa membawa bekal. Kita diminta untuk mengerjakan tugas dengan sepenuh hati, menghadapi setiap rintangan dan tantangan yang ada dalam perjalanan hidup kita. Rintangan dan tantangan yang kita lalui mungkin akan membawa kesulitan bagi kita namun hal itu justru akan membuat kita beradaptasi terhadap apa yang kita hadapi. Adaptasi yang dilakukan secara terus menerus perlahan-lahan akan membangun dan membentuk karakter kita sehingga kita dapat memiliki daya tahan hidup yang semakin kuat. Kitapun dilatih untuk mempercayakan perasaan khawatir, takut atau putus asa kepada-Nya.
Sama halnya dengan seorang pekerja, apabila pekerja itu telah melaksanakan tugasnya maka iapun akan menerima upahnya. Demikian pula dengan kita, apabila kita telah menjalankan tugas sesuai dengan perintah-Nya, kita percaya bahwa kita juga akan menerima upah dari apa yang telah kita kerjakan.
Oleh karena itulah dalam kehidupan kita, kita cukup melangkah dan melakukan apa yang menjadi tugas kita dengan mengandalkan Tuhan dalam segala hal serta yakin bahwa Tuhan akan menyediakan apa yang kita butuhkan dalam tugas kehidupan kita yang pada akhirnya Tuhan juga akan memberikan upah atas apa yang telah kita lakukan. Marilah kita melangkah dan menjalani tugas dalam kehidupan kita dengan penuh iman. (AVI)
DOA: Bapa, terima kasih atas tugas yang telah Engkau berikan kepada kami. Ampunilah kami jika kami kurang percaya kepada-Mu. Mampukanlah kami agar kami dapat melaksanakan tugas kami dengan penuh iman.
JANJI: “Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini” - Mazmur 80: 15
PUJIAN: Beata Maria Romero Menese adalah seorang suster yang mengajar seni musik di Sekolah Putri Salesian yang menjadi teladan kesalehan dan kesucian hidupnya. Ia berkarya sosial dengan mengajak keluarga kaya untuk peduli dan membantu kaum fakir miskin dan anak terlantar yang ada di sekitarnya, membangun pusat rekreasi dan pusat distribusi makanan bagi tuna wisma. Ia juga mendirikan sekolah putri bagi anak-anak terlantar, klinik kesehatan gratis serta mengorganisir pembangunan rumah penamnungan tuna wisma.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ