MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA

04 June 2020

Kamis, 04 Juni 2020

2 Timotius 2:8-15

Mazmur 25:4bc-5ab, 8-9, 10, 14

Markus 12:28b-34

 

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” ----  Markus 12:30-31

 

TUHAN YESUS sudah memberikan ukuran dalam mengasihi, yaitu dalam mengasihi Tuhan Allah, kita perlu “dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Ini  artinya mencintai Allah secara total. Dan dalam mengasihi sesama kita, ukurannya ialah  “seperti dirimu sendiri”. Sebagai orang dewasa,  tak ada orang yang menjaga, peduli dan memelihara kesehatan dan kesejahateraan diri sendiri, selain dirinya sendiri, karena kita cinta akan kesejahteraan diri kita sendiri. Secara demikian pula kita diminta peduli akan sesama kita.

Lalu apakah kasih itu dan bagaimana kita melakukannya?

Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, dikatakan, ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” (1 Kor 13: 4-7).

Sekarang, kita ganti Kasih dan Ia di atas dengan nama kita masing-masing. Umpama, ‘Agus itu sabar. Agus itu murah hati. Agus itu tidak cemburu’, dan seterusnya. Lalu kita bertanya kepada diri kita sendiri, ‘ Betulkah aku ini sudah sabar? Betulkah aku sudah murah hati, … tidak cemburu…’ ???  dst.. dst!

Tahap berikut, kita lagi bertanya kepada diri kita sendiri: ‘Sudahkah saya mengasihi sesama dengan baik? Sudahkah aku bermurah hati..?   Masihkan aku mudah cemburu?’

Mari kita terus biasakan pemeriksaan batin kita ini! Siapa tahu kita lalu  menyadari kekurangan kita sendiri dalam hal mengasihi sesama, dalam bermurah hati serta dalam hal bersikap tidak cemburu dll. Mengapa? Pemeriksaan batin yang menuntun ke pertobatan merupakan langkah ke tindakan nyata, yakni bertekad mau mengasihi Allah dan mengasihi sesama.  (TDU)

 

DOA: Tuhan Yesus, terimakasih karena Engkau telah menyadarkan kami akan kasih. Biarlah kami boleh semakin mengasihi sesama kami sebagai wujud nyata kami dalam mencintai Engkau.

JANJI: “Jika kita mati dengan Kristus, kita pun akan hidup dengan Dia. Jika kita bertekun,kita pun akan ikut memerintah dengan Dia. Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita. Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”  ---  2 Timotius 2:11-13.

PUJIAN: Rasul Paulus sabar menanggung penderitaan, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah   tidak terbelenggu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.