MENGASIHI ALLAH – MENGASIHI SESAMA
25 October 2020
Minggu, 25 Oktober 2020
Minggu Biasa XXX
Keluaran 22: 21-27
Mazmur 18:2-4. 47-51
1 Tesalonika 1: 5c-10
Matius 22: 34-40
“Janganlah kamu tindas atau kamu tekan sebab kamu pun pernah menjadi orang asing di tanah Mesir” --- Keluaran 22:21
SEBELUM PERTANYAAN seorang Ahli Taurat kepada Yesus tentang “Mana Hukum yang terutama” (Mat 22: 34-40; Mrk 12: 28-34; Luk10: 25-28), Yesus telah membungkam orang Saduki yang tidak percaya pada iman akan ‘Kebangkitan orang mati’ (Mat 22:23-33). Apa kesan orang-orang yang mendengarnya ? Mereka ”takjub akan pengajaran-Nya” (Mat 22:33).
Orang-orang menerima Yesus sang ‘Guru’, karena Ia mengajar ‘sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat’ (Mat 7:29). Selain itu sebenarnya orang Farisi, ahli Taurat dan Saduki ingin ‘nge-test’ Yesus, tetapi di balik itu ada rasa iri dan ingin menjatuhkan Yesus di muka umum, dan kalau didapati Yesus salah lalu mereka menjerat-Nya dan menghukum-Nya.
Bacaan Injil hari ini tentang pertanyaan mengenai ‘hukum mana yang terutama’
Kita tahu sebenarnya hanya ada ‘ke-10 perintah Allah’. Tetapi para ahli Taurat lebih menekankan ‘Cinta kepada Allah’, dan menafsir ungkapannya berujud ‘ibadat di Hari Sabbat dan rasa hormat hari Sabbat’. Dan di seputar Sabbat inilah diciptakan puluhan peraturan dan larangan-larangan oleh manusia. Dalam situasi hidup keagamaan seperti itulah Yesus hidup dan berkarya.
Mungkin jujur karena bingung akan banyaknya ketetapan dan peraturan atau seperti biasanya ingin mencobai Yesus, ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, sang Guru, ‘hukum mana yang terutana’.
Tercatat ada 613 ketetapan yang mencakup 348 perintah positif dan 365 larangan, yang dibagi dalam dua kelompok: berat dan ringan. Maka kita bisa tidak heran kalau ada ahli Taurat bingung – mana dari 613 itu yang terutama. Kita bersyukur kepada Yesus yang menegaskan Hukum Cinta-lah utama dan pertama.Yesus menyatukan keduanya: Cinta kepada Allah dan Cinta kepada sesama !
Di sini kita lalu dapat meneliti pemahaman, sikap dan perilaku kita dari terang sabda Yesus itu. Kalau kita mengasihi Allah harus kita buktikan dari sikap dan tindakan kita akan cinta kasih kita terhadap sesama. Upama saja, sejauh mana kita memaafkan dan mengampuni sesama kita sewaktu kita mohon ampun kepada Allah akan kesalahan kita ? (SW)
DOA: Ya Yesus bakarlah hatiku dengan api Cinta- Mu !
JANJI : “Seorang janda atau anak yatim, janganlah kamu tindas. Jika engkau sampai menindas mereka ini, pasti Aku akan mendengarkan seruan mereka!”---Keluaran 22: 22-23
PUJIAN: Di dalam suatu “sharing” kelompok, ada peserta mengaku dulu kalau menyambut Sakramen Tobat, yang dianggap salah ialah hal-hal, a.l. tidak membuat tanda salib sebelum berdoa, kadang lupa doa sebelum makan. Sang Pastor lalu menasehati agar dirinya agar lebih meneliti batin: bagaimana sikap dan hubungannya dengan sesama khusususya dalam keluarganya.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ