MENGASIHI MULAI DARI SEKARANG
06 May 2018
Minggu, 6 Mei 2018
Kisah Para Rasul 10:25-26,34-35,44-48
Mazmur 98:1,2-3b,3c-4
1 Yohanes 4:7-10
Yohanes 15:9-17
“Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi,
seperti Aku telah mengasihi kamu.“ ----Yohanes 15:12
BEBERAPA WAKTU yang lalu saya pernah merasa kesal dengan seorang saudara saya. Saya biarkan rasa kesal itu. Namun lama-kelamaan berubah menjadi suatu emosi berwujud amarah, bahkan menjadi dendam padanya. Setiap kali dia mengirim pesan lewat sosial media, saya merasa malas untuk membacanya. Saya berubah sikap padanya dan menjadi cuek jika bertemu. Hubungan baik sewaktu kecil, penuh canda tawa, semuanya hilang saat kami berjumpa. Bahkan untuk bertegur sapa saja, susah sekali.
Seiring berjalannya waktu saya merasakan hidup saya terasa hampa dan tersiksa. Keluarga memang lengkap tapi hati saya selalu merasa sepi jikalau sedang berkumpul. Saya mulai menyadari, keegoisan telah menutup pintu hati saya untukmengampuni, sehingga rasa kasih sayang yang diberikan mereka untuk saya dan sebaliknya tidak terasa lagi.
Pada akhirnya kami mencoba untuk menyelesaikan masalah kami secara baik-baik dan saya mengeluarkan segala unek-unek serta keluh kesah saya padanya. Kita saling meminta maaf! Apa yang saya rasakan saat itu? Kelegaan. Ya, lega karena bisa bersatu kembali. Pengampunan memiliki daya yang luar biasa dalam pemulihan. Lega karena bisa merasakan lagi kasih yang selama ini terasa hampa bagi saya.
Seringkali dendam dan amarah, menjadi penghalang bagi kita untuk menunjukkan kasih kita kepada sesama. Kasih yang kita rasakan selama ini adalah kasih yang berasal dari Allah Bapa. Kasih yang nyata dari Allah ialah Yesus. Yesus hadir bukan hanya untuk menemani setiap langkah kita, tetapi juga untuk menebus dosa kita dengan wafat di salib. Dia juga memberi teladan untuk memaafkan dan mengampuni. Pengampunan adalah sisi lain dari cinta kasih. “ Inilah perintahKu kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." (Yoh 15:17). Kita diajak untuk menyebarkan kasih Allah kepada sesama. Mengasihi dengan tulus dan sepenuh hati. Hukum Kasih kita jabarkan dalam ‘sikap bersaudara”, antara lain “memberikan senyum” kepada orang yang kita temui baik di kantor atau sekolah dan lebih di rumah dalam keluarga kita sendiri. Mau tak mau, kasih yang paling sederhana adalah dimulai dari orang yang paling dekat dengan kita, yaitu keluarga dan saudara. Marilah kita mengasihi mulai dari keluarga terdekat. (CEM2)
Doa: Allah Bapa, Engkau telah mengirimkan Yesus, Putra-Mu sebagai lambang kasihMu pada kami. Curahkanlah Roh KudusMu agar kami dapat menyebarkan kasih lebih dalam lagi kepada sesama tanpa pamrih.
Janji: “Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya.” ---- Yohanes 15:10
Pujian: Bunda Theresa dari Calcuta, engkau rela mengabdi dan memberikan kasihmu kepada saudara-saudara yang menderita. Semoga kami dapat meneladani engkau.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ