MENGEDEPANKAN CINTA KASIH

27 September 2022

Selasa, 27 September 2022 

Ayb. 3:1-3,11-17,20-23;

Mzm. 88:2-3,4-5,6,7-8;

Luk. 9:51-56;

 

Ketika dua Murid-Nya yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata : “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”. Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.

(Luk 9:54-55).

 

         Konflik mewarnai wajah dunia saat ini. Konflik antarindividu dan antarkelompok senantiasa menjadi drama kehidupan umat manusia di setiap belahan dunia ini. Individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik selalu ingin mengalahkan dan bahkan tak sengan-segan menghilangkan hal-hal dasar pihak lawan. Hari ini, Injil menceritakan kembali relasi yang kurang baik antara orang Samaria dan orang Israel. Orang Samaria menolak kehadiran Yesus. Namun, Yesus tidak marah atau semakin memusuhi orang-orang Samaria itu. Yesus justru menasehati para murid yang ingin membalas dendam kepada orang Samaria.

         Sikap Yesus dalam bacaan hari ini menyadarkan kita bahwa di tengah dunia yang rentan dengan konflik ini, kita hendaknya mengedepankan cinta kasih. Cinta kasih tidak pernah memandang kelompok atau golongan. Cinta kasih yang mewarnai karya pewartaan dan penebusan Yesus di dunia tidak pernah membeda-bedakan. Cinta kasih mengajarkan kita untuk selalu mencintai siapa saja yang memusuhi kita. Dengan menghayati cinta kasih ini, kita boleh berbangga sebagai murid Yesus. (SW) 

 

DOA           : Tuhan bantu dan ajarilah kami untuk mewujudkan cinta kasih dalam setiap langkah hidup kami. Semoga dengan kesaksian hidup kami sebagai pengikut-Mu, kami mampu menjadi juru damai di tengah dunia yang penuh dengan konflik ini.

JANJI        : Ketika dua Murid-Nya yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata : “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”. Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.(Luk 9:54-55).

PUJIAN     : Ditengah konflik dan relasi yang bermusuhan, Santo Fransiskus Asisi mengajari kita agar kita untuk berdamai. Dia menulis Doa yang berjudul Tuhan, Jadikanlah Aku Pembawa Damai, “Make Me a chacel of You Peace” ( Puji syukur Nomor 994).

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.