MENGELOLA BAKAT DAN KARUNIA

27 August 2022

Sabtu, 27 Agustus 2022 

St. Monika

1 Korintus 1: 26-31

Mazmur  33: 12-13, 18-21

Matius 25: 14-30

 

“Baik sekali perbuatanmu, hai hamba yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah  dalam kebahagian tuanmu” Matius 25: 21. 23.

 

         Istilah ‘TALENTA’ di sini, di jaman Yesus, tidaklah sama dengan makna ‘talenta’ atau bakat di zaman sekarang.

‘Talenta’ zaman Yesus artinya ‘uang’. Dalam ‘Kamus Alkitab’ -di bagian akhir Alkitab- , ‘Talenta’ adalah ‘ukuran jumlah uang yang sangat besar nilainya, yaitu 6000 dinar’. Sedangkan ‘dinar’ itu adalah mata uang Romawi. Dikatakan, sebagai jumlah upah harian orang bekerja adalah satu dinar.

         Dalam Injil hari ini ada tiga orang yang mendapatkan dari tuannya titipan uang sebanyak, yang pertama, 5 talenta, yang kedua 2 talenta dan yang ketiga 1 talenta. Dan uang di zaman itu belum berwujud kertas tetapi logam.

Untuk mudahnya, kita bisa mengatakan, kepada orang pertama diberi Rp 500 jt, yang kedua Rp 200 jt dan yang ketiga Rp 100 jt. Jumlah itu ditentukan oleh bagaimana orang menilai kemampuan tiap hamba dalam tanggung jawab mengelola uang. Orang bisa menilai tepat dan benar akan hamba pertama dan kedua, tetapi ternyata orang menilai salah atas hamba yang ketiga - harusnya dari seratus juta menghasilkan dua ratus juta, ternyata tidak -. Tentu saja hal ini adalah ‘gambaran perbandingan’ saja.

         Sebenarnya perumpamaan itu tidak ada hubungannya dengan ‘uang’. Itu merujuk ke ‘pemberian-anugerah-karunia’, kemampuan, ketrampilan dan sebangsanya, seperti pendidikan dan pengalaman. Itu semua bisa positif atau negatif.  Ini tergantung pada bagaimana tanggapan orang dalam mengelola dan menggunakan ‘pendidikan dan pengalaman’ yang mereka terima. Mereka manfaatkan sebaik-baiknya hingga berguna bagi dirinya dan sesamanya atau masa bodoh dan tidak memanfaatkannya?.

         Kita lalu bisa bertanya kepada diri kita sendiri : pendidikan apa saja -baik formal dan informal-  yang telah kita terima ? Peristiwa-peristiwa apa saja yang telah kita alami, yang dapat menjadi guru bagi hidup kita selanjutnya ?  Kita tanggapi dan manfaatkan secara positif atau membiarkan dan masa bodoh saja ? 

     Atau dengan kata lain sekali lagi kita secara spontan bertanya kepada diri kita sendiri: ‘Apa yang sudah kita lakukan dan perbuat bagi Tuhan Allah dan sesama kita? atas segala hal yang telah membuat kita menjadi pribadi seperti sekarang ini, atau semua dan apa saja yang telah kita miliki dan terima ? (S.W)

 

DOA   : ‘Ya Yesus, bimbinglah aku dalam mengunakan segala yang ada dalam diriku dan segala hal yang telah aku terima, untuk keagungan nama Allah dan kesejahteraan sesama’ !

JANJI  : “Barang siapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”  1 Korintus 1:31

PUJIAN: Dalam buku kisah orang kudus, Tanggal 27 Agustus adalah pesta Santa Monika (332-387). Ia adalah seorang perempuan yang amat saleh dan ibu dari Santo Agustinus. Dia adalah salah satu Bapa Gereja paling terkenal. Monika lahir di Tagaste, Afrika Utara, dan menikah dengan Patrisius. Patrisius dan ibunya, yakni mertua Monika, adalah orang yang kasar dan pemarah. Monika berdoa tanpa henti untuk bertobatnya anaknya dan suaminya.  Ia memohon campur tangan Tuhan. Baru setelah sekian tahun lamanya, suami bertobat, demikian pula putranya.  Doa dan air matanya dijawab oleh Tuhan.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.