MENGENAL HATI BAPA

06 March 2021

Sabtu, 6 Maret 2021

Mikha 7:14-15, 18-20

Mazmur 103:1-2, 3-4, 9-10, 11-12

Lukas 15:1-3, 11-32

“Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk...” Lukas 15:28

SI SULUNG marah, tidak mau ikut pesta. Mengapa dia marah? Rupanya dia merasa diperlakukan oleh bapanya dengan tidak adil. Dia mengungkit bahwa selama bertahun-tahun ia telah taat melayani Bapa, tidak seperti si Bungsu yang durhaka. Dia menuding Bapanya dengan sembrono. Hanya karena seekor anak lembu yang dimasak untuk merayakan kembalinya si adik, dia iri hati. Ia merasa lebih pantas mendapatkan anak lembu itu untuk bersukaria bersama temantemannya.

Padahal, sebagai anak, apa yang dimiliki ayahnya adalah miliknya juga. Artinya, kalau dia memintanya pasti diperbolehkan. Apalagi dia anak Sulung, hidup bersama ayah yang mengasihinya. Hak sebagai anak Sulung dan ahli waris melekat padanya. Sayang ia telah hilang kesadaran akan makna sebagai seorang anak.

Selama ini ia lebih memaknai diri sebagai pelayan yang taat kepada ayahnya sebagai majikan. Relasi ‘pelayan-majikan’ menghilangkan makna haiki sebagai anak. Ia tidak merasa gembira melihat ayahnya bersukacita mendapatkan kembali adiknya yang hilang. Kedua anak Bapa, hilang dalam versi pilihan hidup masing-masing.

Keduanya kehilangan martabat anak karena tidak mengenal hati Bapa, melainkan hanya mengenal sosok laki-laki yang mereka sebut sebagai Bapa. Bapa yang mereka kenal itu hanya sebagai sumber kekayaan. Sesungguhnya, sang Bapa sangat merindukan hati anak-anak dan mengasihinya secara tulus. Bapa ingin kehendaknya dipahami, demi kebaikan setiap anaknya. Sebagai ahli waris, bukan saja mewarisi harta kekayaan Bapa, tetapi yang utama adalah mewarisi harkat dan martabatnya sebagai anak, memiliki karakter Bapa dan teladan hidup.

Bagaimana anda sendiri? Anda anak sulung atau bungsu, atau dua-duanya? Banggakah anda bermartabat sebagai anak? (VLB)

DOA: “Roh Kudus, bimbinglah saya untuk lebih mengenal hati Allah Bapa. Jadikan saya sebagai anak Bapa yang hidup menurut kasih dan memuliakan nama-Nya.”

JANJI: “Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu.” Mazmur 103:3

PUJIAN: Yehuda, anak ke-4 Yakub, adalah seorang anak laki-laki yang penuh tanggung jawab. Ketika saudara-saudaranya, yang iri, merencanakan membunuh nya. Yusuf adik mereka, ia melindungi dan menyelamatkan Dia sangat sedih melihat kedukaan ayahnya, dengan kehilangan Yusuf. Lalu ia bertekad tidak akan membuat ayahnya sedih lagi. Ia pun melindungi Benyamin, adik bungsu kesayangan ayahnya. Ketika hendak ditahan oleh Penguasa Mesir, ia bersedia menjadi pengganti Benyamin. Karakternya yang menonjol membuat Yakub percaya kepada Yehuda. Yakub memberkatinya secara spesial. Melalui garis keturunan Yehuda, lahirlah Raja terbesar Israel, yaitu Raja Daud, yang akan menurunkan Mesias.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.