MENGENANG LAWATAN TUHAN
24 December 2018
Senin, 24 Desember 2018
Pagi:
2 Samuel 7:1-5, 8b-12, 16
Mazmur 89:2-5, 27-29
Lukas 1:67-79
Jelang HR Natal:
Yesaya 62:1-5
Mazmur 89:4-5, 16-17, 27,29
Kisah Para Rasul 13:16-17, 22-25
Matius 1:1-25
“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” --- Lukas 1:68
SEHARI JELANG hari raya Natal, secara Liturgis, kita masih bisa Misa di pagi hari dan sore hari. Tetapi dalam praktek, baik pastor maupun umat sudah sibuk persiapan Misa Natal, yang segera akan dirayakan pada Malam, Fajar dan Siang. Umumnya, karena demi pelayanan pastoral, Pastor Paroki memulai Misa Natal di petang hari serta tengah Malam, 24 Desember. Sedang Pagi harinya atau keesokan harinya, Misa Natal dirayakan meriah sekali atau dua kali atau malahan tiga kali, tergantung jumlah pastor di situ. Ini tergantung tradisi masing-masing Paroki, apalagi kalau ada satu, dua, Stasi atau Kapel di Paroki bersangkutan. Demikian juga di hari Natal sore: ada yang mengadakan Misa, ada yang tidak.
Yang jelas, umumnya umat sangat rindu menanti hari raya Natal ini, karena adanya lagu-lagu khusus yang khas Natal. Nyanyian-nyanyian gembira bersukacita, karena Allah berkenan mendatangi kita dalam Diri Bayi Yesus. Kita berhenti sejenak, berdoa dan merenungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi: Terang dan Harapan memasuki dunia ini, sewaktu Yesus lahir,
Allah melawati kita dalam diri pribadi Yesus. Ia ini datang membawa keselamatan. Ia datang membebaskan kita dari dosa serta membawa kita semua kembali ke rangkulan kasih Bapa. Keselamatan yang Ia bawa jauh melampaui pengampunan atas dosa-dosa kita. Ia bawa ‘terang’masuk ke dalam gelapnya hati kita dan menggantiya dengan ‘harapan’ akan hidup baru sewaktu masih di bumi ini, dan janji masuk surga, bila pengembaraan kita di bumi ini berakhir.
Kelahiran Yesus disambut oleh bintang begitu terang sehingga para sarjana dari timur – ber-ratus-ratus kilo meter jauhnya, dituntun Bintang dan menemukan Bayi Yesus. Cahaya yanag terang itu tetap masih ada menuntun kita dan orang-orang untuk menemukan sang Juru Selamat.
Keselamatan di sini berarti hidup yang mengalahkan dan mengatasi kematian. Hidup baru yang ditandai dengan kebebasan dari ‘musuh’, yakni kepahitan hati, penolakan serta luka-luka batin masa lalu. Ini hidup yang bebas dari cinta diri dan ‘egoisme’. Itulah kita – berkat Natal – Ia melawati kita! Allah berkenan agar terang itu bercahaya dalam diri kita. Dan itulah terang Kristus, yang lahir di malam Natal.
Dalam diri Yesus – juga selagi Ia masih Bayi – kepenuhan Ilahi ada pada-Nya. Ia melawati kita agar kita memiliki hidup dan ’hidup yang berkelimpahan’ (Yoh 10:10). Yesus mendatangi kita membawa ‘Terang’ untuk kita, agar kita juga dirubah menjadi ‘terang-Nya’. Tengah malam nanti, kita sambut lawatan-Nya. Hari ini ‘Gelap memudar – terang menyingsing’.
Doa: Ya Yesus, aku bersyukur pada-Mu, karena lawatan-Mu membebasakan aku dan terang cahaya-Mu menembus hidupku.
Janji: “Berkatalah raja (Daud) kepada nabi Natan, “Aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal Tabut Allah diam di bawah tenda....” --- 2 Samuel 7:1-2
Pujian: Karena Dewi selalu mendampingi ‘ibu sepuh’ beribadat, dalam Natal dua tahun lalu, Dewi terpesona akan keindahan upacara Misa Natal yang menyapa dirinya. Minggu berikutnya, ia meminta ‘ibu sepuh’ yang selalu Dewi layani, mendoakan dirinya supaya boleh menjadi umat Yesus yang merayakan Natal Tahun berikut.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ