MENGHAYATI HIDUP DI ZAMAN “NOW”
23 May 2018
Rabu, 23 Mei 2018
Yakobus 4:13-17
Mazmur 49:2-3,6-7,8-10,11
Markus 9:38-40
“Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok”--- Yakobus 4:14
UMUMNYA KITA itu sadar waktu. Dalam saat ini ‘generasi milenial’ sadar bahwa diri mereka “pemilik saat ‘now’ “ini. Kita mengira kita tahu apa yang kita lakukan sekarang atau akan kita lakukan lusa atau malahan apa yang akan kita lakukan tahun depan. Tetapi ingat, “kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.” Kita pikir kita dapat menguasai hidup. Bila kita tidak dapat mengontrol akan kematain kita sendiri, bagaimana mungkin kita dapat menyatakan hidup ini dalam gemnggaan tangan kita? “ Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. “ (Yak 4:14). Ini suatu cara pikir yang tidak riil, gagal paham dan sombong, mengira diri kita melakukan apa saja apa yang kita kehendaki, seperti semprotan Yakobus “Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.” (Yak 4:16).
Reaksi kita terhadap teguran itu, bisa saja merupakan rasa ketakutan diri atau rasa tidak aman. Atau alternatif yang lain ialah tanggapan atau reaksi kita dapat kita persembahkan pada semangat kuat untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan saat ini, sebagaimana Tuhan panggil kita. Kita tak tahu sampai kapan kita mau hidup di bumi ini. “Hidup ini hanya sementara”. Bila kita mempunyai waktu extra beberapa minggu atau tahun, tetapi belum tentu kita mempunyai kesempatan untuk melakukan ini itu. Maka, apa yang Tuhan inginkan kita lakukan saat ini, kerjakan sekarang juga. “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa “ (Yak 4:17). “Sesungguhnya waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya hari ini hari penyelamatan itu” (2 Kor 6:2). Meski kita hidup di zaman ‘now’, tetapi sebenarnya kita tidak menghayati hidup di dalam masa sekarang selaras dengan kehendak Allah. Kita memang bisa hidup sepenuhnya bagi Allah asal kita benar-benar hidup di saat sekarang.
Doa : Bapa, perkenankan aku di saat ini hidup di depan hadirat-Mu!
Janji: “Tidak ada seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan bagi Allah ganti nyawanya” --- Mazmur 49:8
Pujian: Seorang anggota Dewan Paroki paling senior, mengisahkan, bila menghadapi banyak persoalan, ia berdoa “Terjadilah kehendakmu”. Dan ia merasa damai di hati!
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ