MENGHUBUNGKAN MASA : LAMPAU – SEKARANG – DAN AKAN DATANG

17 December 2018

Senin, 17 Desember 2018

Kejadian 49: 2,8-10

Mazmur 72:1-4, 7-8, 17 

Matius 1:1 - 17  

 

“Inilah Silsilah Yesus Kristus. ....” --- Matius 1:1

 

DI SINI DENGAN  mudah kita merunut Silsilah Yesus, dari awal, melewati zaman para nabi sampai dengan kakek-nenek dan orangtua-Nya.  Kalau kita mau memperhatikan lebih seksama, penginjil Matius bukan sekedar melaporkan urutan silsilah duniawi, tetapi Matius juga mewartakan datangnya zaman baru, lepas dari zaman yang silam. Nampak jelas, Matius menempatkan Yesus dalam garis lurus dengan Abraham dan Daud.

Sekilas, kita mendapat kesan bahwa Matius menulis silsilah tak jauh berbeda dengan orang-orang Yahudi yang menulis ‘Silsilah keluarga’ di zaman itu. Matius mendasarkan Yesus pada warisan leluhur bangsa-Nya dan menunjukkan adanya ketinarsambungan dengan para tokoh Israel.

Tetapi kalau kita melihat lebih dekat, ternyata Matius ‘melepas dari’ hubungan dengan tradisi. Biasanya dalam masyarakat patriarkal, silsilah menganut deretan nama-nama ayah yang menurukannya. Tetapi di sini Matius nama-nama wanita. Ada empat ibu disebutnya: Tamar, Rahab, Ruth dan Bathsheba. Dan lagi wanita-wanita itu  tidak semuanya merupakan tokoh pribadi wanita yang ideal dalam sejarah hidup pribadi mereka dalam masyarakat Yahudi – seperti halnya kaum lelaki. Satu wanita berprofesi sebagai pelacur, yang satu lagi hamil karena berhasil menipu ayah-mertuanya. Lagi : tiga di atara mereka ini bukan wanita Yahudi asli, yakni Ruth, yang berasal dari suku asing. Ada satu lagi dari mereka entah menjadi korban perkosaan, ataupun memang suka-sama-suka, sehingga hamil di luar nikah. Matius membuat kita yang membacanya menjadi keheran-heranan. Ia ingin menunjukkan bahwa di dalam Kristus itu, Allah itu secara rdikal keluar dari harapan kita manusia. Allah mengadakan sesuatu  hal yang berbeda dan baru.

Dan pesan apa bagi kita? Dalam Masa Advent ini, kita bisa merenungkan siapa tahu Allah mau membawa diri kita jauh di luar harapan kita. Siapa tahu Tuhan akan berbuat suatu dalam keluarga kita, khususnya kalau kita datang kepada-Nya dalam doa-doa kita. Tuhan bisa saja ingin membuka pikiran dan hati , agar kita mensikapi saudara-saudara kita yang bukan katolik dengan kasih dan pikiran dan sikap yang positif. Atau kita diminta membuka mata kita, membuka tangan kita kepada orang-orang yang bernasib malang, miskin dan dianggap sampah. Dalam diri mereka-mereka itu kita bisa melihat ‘wajah Allah’.

Seminggu lagi kita sudah merayakan Natal. Terlambat kalau kita baru mulai bersiap-siap. Tetapi kita tetap bisa memohon sesuati yang ‘luar biasa’ agar terjadi dalam hidup kita. Kita harap bisa mengalami Tuhan bukan saja dalam doa atau Misa, tetapi dalam peristiwa sepele dalam hidup sehari-hari. Kalau Yesus menunjukkan silsilah jasmani-Nya, mari kita mencoba menulis ‘silsilah rohani kita’. Ingatkah kita siapa-siapa saja yang membawa  iman akan Yesus pada diri kita ?

 

Doa: Ya Yesus Dikaulah, yang memanggil aku beriman kepada-Mu dan yang menyempurnakan imanku sampai menjadi dewasa sekarang ini. Terima kasih.

Janji : “Seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dai Daud sampai Pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari Babel sampai Kristus” --- Matius 1: 17

Pujian: Darto baptis dewasa di hari Natal lima tahun silam. Ia sekarang mempersiap-   kan Kado khusus bagi kategis yang dulu mengajarnya untuk kenal akan Yesus.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.