MENGIKUTI JALAN TUHAN MENUJU BAHAGIA
09 September 2020
Rabu, 9 September 2020
St. Petrus Claver
1 Korintus 7:25-31
Mazmur 45:11-12, 14-17
Lukas 6:20-26
“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, ….mereka mengucilkan kamu, .. mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat”. --- Lukas 6:22
UCAPAN BAHAGIA umumnya disampaikan kepada orang yang mengalami hal-hal baik, misalnya sukses meraih suatu prestasi atau cita-cita. Tetapi, sebaliknya, Yesus dalam Kotbah di Bukit, mengucapkan berbahagialah kepada mereka yang miskin, lapar, menangis. Tambah lagi: Berbahagialah jika kita dibenci, dikucilkan, dicela, ditolak, dianggap jahat karena Dia.
Sungguh ajaran-Nya tidak mudah untuk dimengerti apalagi kalau dialami oleh orang pada umumnya. Namun itu bukan berarti hal itu mustahil, sebab para nabi dan rasul serta orang-orang kudus khususnya para martir telah mengalami dan membuktikannya.
Mereka sanggup hidup melawan arus dunia, menderita demi kebenaran. Mereka telah melihat dan mengalami sendiri kuasa dan kasih Tuhan Yesus, yang telah memberikan teladan nyata. “Kau kaya, rela jadi miskin, supaya aku jadi kaya”, kutipan lagu Pujian Kristus, Raja Semesta Alam yang telah rela turun dari surga, demi menyelamatkan umat manusia. Sepanjang hidup-Nya di dunia Yesus dikelilingi oleh orang-orang sederhana bahkan yang miskin, menderita. Dengan penuh belas kasih ditolong-Nya mereka miskin yang datang kepada-Nya, yang sakit disembuhkan dan yang dikucilkan dikasihi-Nya.
Yesus datang ke dunia menuruti kehendak Allah Bapa. Ia menunjukkan kepada kita jalan menuju kebahagiaan kekal di Kerajaan Sorga. Kasih-Nya kepada kita diungkapkan dengan sengsara dan mati di kayu salib.
Yesus telah kembali ke sorga, menantikan kita semua hidup bahagia sejati bersama-Nya. Dia telah mengajarkan hidup yang benar, serta menunjukkan kepada kita bahwa kemiskinan dan penderitaan di dunia akan bisa kita lalui asalkan kita berjalan bersama Dia. Setia bangga menjadi pengikut-Nya, meski dikecam dunia.
Kristus menawarkan kebahagiaan kekal di surga. Dunia menawarkan kebahagiaan sementara yang seringkali semu dan berujung pada penderitaan kekal. Kita harus memilih dan mengambil konsekuensi atas pilihan kita, dengan berkat bantuan-Nya (VLB).
DOA: Allah Roh Kudus, ingatkanlah kami akan segala hal yang Tuhan Yesus ajarkan, dan bimbinglah kami supaya lebih mengutamakan hal-hal surgawi daripada duniawi. Amin.
JANJI: “Orang-orang yang menggunakan barang-barang duniawi, seolah-olah sama sekali tidak tidak mempergunakannya. Sebab dunia yang kita kenal sekarng ini akan berlalu” --- 1 Korinrus 7:
PUJIAN: Santo Petrus Klaver,1580-1654, imam Yesuit dari Spanyol, menghabiskan 40 tahun hidupnya dengan mengabdikan diri di tengah para budak negro di Kartagena (saat ini Kolumbia). Ia hidup Bahagia dengan melayani para budak di tengah kemiskinan dan penderitaan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ