MENGIKUTI KRISTUS ITU BERAT!
22 June 2021
Selasa, 22 Juni 2021
Kejadian 13:2, 5-18
Mazmur 15:2-5
Matius 7:6. 12-14
“Sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju ke kehidupan,…” --- Matius 7:14
PERNYATAAN YESUS membuat hidup kita sebagai kristiani itu nampak berat. Boleh digambarkan seperti kita ingin memasukkan seutas benang ke dalam lubang jarum. Kita butuh presisi: kesabaran, usaha diulang-ulang, iman yang teguh tak tergoyahkan; kalau kita berpegang pada pedoman itu, kita akan berhasil dan menang.
Rasanya itu undangan Yesus kepada kita, untuk memanggul salib sebagai murid-Nya ! Jalan menuju hidup sejati itu sempit ! Mengikuti Yesus, sebagai murid-Nya, membutuhkan presisi dan ketepatan dalam hal bagaimana kita mengelola dan menggunakan waktu, apa yang kita baca dan tonton atau kita perbicangkan, bagaimana kita mengelola sikap dan perasaan kita serta pergaulan kita dengan sesama kita. Butuh sabar, kita bisa saja gagal dalam usaha kita. Dan kita mulai dan mulai lagi. Bisa saja kita lalu menyerah dan berteriak: ‘Rasa-rasanya aku tak mungkin bisa mengasihi, mengampuni dan lepas dari kebiasan burukku…’
Dalam hal ini, kita tidak boleh panik. Yesus selalu bersimpati dengan kelemahan kita ! Yesus tahu godaan apa yang kita hadapi. Dia sendiri telah mengalaminya. Maka Ia tergerak hati-Nya akan hal yang kita alami. Ia berbela rasa dan berbelas kasih kepada kita.
Kita telah capai menapaki jalan yang menuju ke kehidupan ? Ingat ! Yesus telah pernah bersabda: ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu!’ (Mat 11: 28). Janganlah kita gelisah kalau kekuatan dan daya tahan, hikmat kita tergerus habis. Yesus telah mengutus Roh Kudus-Nya untuk memberi kita energi baru. Roh Kudus akan mengurapi kita dengan urapan kesabaran yang baru, kemampuan untuk menguasai diri, supaya kita tetap bisa mengikuti Yesus.
Kalau terasa perjalanan hidup terasa berat, kita hendaknya ingat bahwa Yesus ingin memberi apa saja yang kita perlukan. Yesus suka menyediakan kebutuhan apa saja yang kita butuhkan entah itu daya tahan atau harapan dan keberanian. Dan kalau jalan kita tersesat, ingat, Yesus sebagai ‘gembala’ tentu mencari kita, akan menyambut kita kembali seperti anak yang hilang ! Ia selalu menemani dan menyertai kita sampai kita mencapai garis ‘finsih’ atau akhir perjalanan hidup kita. Kita bisa tidak setia, tetapi Yesus tetap setia – setia mengulurkan tangan kepada kita ! (SW)
DOA: Ya Yesus, maafkan daku karena tergoda untuk meninggalkan-Mu. Bantulah sekarang diriku untuk tetap setia mengikuti-Mu melewati jalan yang sempit!
JANJI: “Siapa boleh diam di gunung-Mu yang kudus? Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya. .. Yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya” --- Mazmur 15:1b-3
PUJIAN: Pengalaman perjalanan berat dua umat melewati hutan kelapa sawit, mau menuju ke tempat Kebangunan Rohani Katolik di kota Ketapang, Kalimantan. Mereka akhirnya bertanya seseorang yang kebetulan baru menjaga kebun sawitnya, minta ditunjukkan jalan keluar dari hutan ke jalan menuju tujuan. Orang itu tersenyum menunjukkan jalan sambil berkomentar bahwa mereka berdua telah dilihatnnya tiga kali melewati jalan yang sama.Sewaktu ‘sharing’ , mereka berdua tegaskan bahwa penting perlunya kita memiliki pembimbing rohani dalam perjalanan hidup ini agar tak tersesat.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ