MENGIKUTI RENCANA ALLAH
08 September 2020
Selasa, 8 September 2020
Kelahiran SP Maria
Mikha 5:1-4a
Mazmur 13:6ab, 6cd
Matius 1:1-16, 18-23
"Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” --- Matius 1:20
HARI INI Gereja Katolik di seluruh dunia memperingati Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Tujuannya ialah bersyukur kepada Allah karena terjadinya awal karya keselamatan dan untuk menghormati Maria yang berperan besar dalam karya keselamatan Allah itu. Kerjasama antara Allah dan manusia ini terjadi karena Maria mau dan taat menerima tawaran malaikat itu. Ungkapan sikap iman Maria menjadi rhema atau kata/kalimat yang sangat bermakna yang menyemangati, bahkan menjadi semboyan bagi umat beriman sampai sekarang ini, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah menurut perkataan-mu.”
Peran Maria sebagai Bunda Penyelamat ini ternyata didukung oleh orang pilihan Allah yang lain yaitu Yusuf, suami Maria. Ia seorang yang tulus hati dan selalu mempertimbangkan apa yang ia akan lakukan.
Kita bisa belajar dari Santo Yusuf, yang selalu mempertimbangkan dengan bijak sebagai orang beriman segala hal yang akan dilakukannya pada masa mendatang. Mempertimbangkan bukan berdasarkan ‘untung rugi’ bagi diri kita, tetapi benar-benar menimbang dengan mengedepankan kehendak Allah , meskipun akhirnya bisa berbeda dengan rencana kita. Istilah keren ‘discernment’.
Saya pernah mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan kompetitor, dengan menjanjikan jabatan dan gaji juga lebih tinggi. Untuk memutuskan hal ini saya meminta pendapat kepada orang-orang terdekat. Teman sejawat yang mengatakan, ”Ambil saja Pak, kesempatan tidak datang dua kali.” Dan keluarga mendukung penuh. Sedangkan atasan saya mengatakan, “Harus cermat dalam menganalisa dan meninjau secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan”
Tetapi saya tidak lupa untuk meminta bantuan Tuhan melalui doa-doa. Tuhan membuat saya lebih peka terhadap kondisi. Di tempat kerja sekarang aman terkendali tidak ada alasan pergi, dan jarak kantor dari rumah pun relatif dekat, hanya sekitar 25 menit, sehingga saya memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan keluarga .
Lain lagi. Ada Tawaran melayani mewartakan Firman Tuhan di sebuah kelompok doa. Saya sadar: hidup tidak hanya untuk mengenar materi. Dan saya memilih untuk tidak menerima tawaran itu.
Marilah kita ikuti rencana Tuhan yang memberi damai sejahtera! (TDU)
DOA: Tuhan Yesus, terima kasih atas rencana-Mu yang indah-Mu untuk kehidupan kami.
JANJI: "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” --- Roma 8:28
PUJIAN: Santo Yusuf, suami Maria, sebenarnya berencana mau meninggalkan Maria. Tetapi orang kudus ini memilih untuk mengikuti rencana Allah bagi keselamatan umat manusia.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ