MENJADI ANAK ALLAH
01 January 2023
Minggu, 1 Januari 2023
Hari Raya SP Maria - Bunda Allah
Bilangan 6: 22-27
Mazmur 67: 2-3.5.6.8
Galatia 4: 4-7
Lukas 2: 16-21
“IA diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.” --- Galatia 4: 5
SETELAH ALLAH mengutus Anak-Nya yang tunggal, DIA telah menerima kita sebagai anak-anak-Nya. Rasul Paulus menjelaskan bahwa kedatangan YESUS KRISTUS, yang diutus oleh ALLAH sebagai Anak-Nya, lewat seorang perempuan dan kedatangan Yesus itu adalah untuk mengasihi dan menyelamatkan umat manusia, untuk menebus dosa dunia ini dan juga untuk menyadarkan kita agar kita melaksanakan apa yang telah dilakukan-Nya untuk dunia ini.
YESUS diutus untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak Allah. Dan karena kita adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “Ya Abba, ya Bapa!” Jadi kita ini bukan lagi hamba, melainkan anak, dan kita adalah ahli-ahli waris, karena Allah.
Namun hubungan bapa-anak dengan Allah ini bukan seperti harta yang disimpan di sudut kehidupan kita, seakan-akan tinggal ambil saja. tetapi harus terus ditingkatkan. Anak hHarus diberi makan setiap hari dengan mendengarkan Firman Allah, Berdoa, menyambut Sakramen-sakramen, Rekonsiliasi dan Ekaristi. Dengan melakukan semuanya itu kita bisa hidup sebagai anak-anak, kita memiliki martabat sebagai anak-anak!
Sebagai anak-anak Allah, kita harus memiliki sikap sebagai anak-anak sejati yang berarti bahwa kita harus membiarkan Kristus mengubah kita dan membuat kita serupa dengan DIA, artinya kita berusaha untuk melakukan kehendak BAPA dengan segala keterbatasan dan kelemahan kita. Ini semua dimungkinkan berkat Kristus, (PIN).
DOA: “Allah Bapa di dalam Sorga, kami bersyukur atas karunia yang Engkau berikan sehingga kami boleh menjadi anak-anak-Mu. Semoga kami Engkau mampukan untuk selalu membuka hati untuk dapat diubah dan dibentuk menurut kehendak-Mu dengan melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan hubungan anak bapa dengan Allah.”
JANJI: “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” Galatia 4:7
PUJIAN: Dalam Doa Salam Maria, dikatakan, Maria Bunda Allah, mengacu pada kata kata St Elisabet sewaktu menyambut Maria yang mengunjunginya. Maka tepat, kalau kita mengucapkan : “Terpujilah Bunda Allah yang tiada bandingnya, Perawan Maria yang amat suci, yang dikandung dengan suci dan tak bernoda, yang diangkat ke surga dengan mulia yang karena ketaatan dan kesetiaannya kepada ALLAH maka kita semua ini telah menerima keselamatan dari Yesus Kristus Putra Allah yang Kudus. Dan sebagai manusia Dia adalah Anak Maria. Maka kita menerima bunda Maria dengan Gelar “Bunda Allah”.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ