“MENJADI APAKAH ANAK INI NANTI?”
24 December 2020
Kamis, 24 Desember 2020
2 Samuel 7:1-5, 8-12,16
Mazmur 89:2-5, 27, 29
Lukas 1:67-79
-----
Misa sore
Hari Raya Natal
Yesaya 62:1-5
Mazmur 89:4-5, 16-17, 27,29
Kisah Rasul 13:16-17, 22-25
Matius 1:1-25
Misa Malam
Yesaya 9:1-6
Mazmur 96:1-3,11-13
Titus 2:11-14
Lukas 2:1-14
“Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia melawat Umat-Nya dan membawa pelepasan baginya” --- Lukas 1:68
HARI AKHIR dari Masa Advent. Pagi hari warna Liturgi masih serba ungu. Tetapi mulai sore nanti, dalam Misa Sore dan Malam, warna Liturgi berubah serba putih sebagai ungkapan sukacita.
Nama Zakharia, hari ini, terakhir disebut. Ia salah satu personifikasi dari Advent. Nam bulan sudah ia harus hidup dengan membisu. Sebagai orang beriman, Zakharia tentu secara diam-diam menimbang-nimbang akan karya agung Allah dalam hidupnya. Ia tentu juga mencoba memahami misteri kebaikan Allah, merenung-renung akan anaknya yang baru saja lahir di masa lansianya. Anaknya dikandung Elizabet istrinya karena belas kasih Allah. Saat itu anaknya berumur delapan hari, saat memberi nama.
Para tetangga yang datang ikut bergembira, tersentak kaget akan nama yang ‘asing’ di telinga mereka, yang diberikan oleh ayahnya yang disertai terlepas lidahnya dari kelu, terbuka mulutnya dan mengucap nama sang anak ‘Yohanes’. Mereka lalu berujar, “Menjadi apakah anak ini nanti?” Jelas pertanyaan yang sama ada di benak Zakharia.
Sewaktu kebisuannya terhenti dan mulutnya terbuka, suara meledak memuji memuliakan Allah karena kasih setia-Nya dan karena belas kasih kerahiman-Nya terasa Nampak dalam hidup mereka. Saat memuji Allah, Zakharia memberi jawab kepada pertanyaan para tetangganya, “Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi, karena engkau akan berjalan mendahului ‘Tuhan’ untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya” (Luk1: 76-77).
Ini saat terakhir dari Advent. Terinspirasi oleh Yohanes Pembaptis:
- Kita perlu diri terakhir menyambut Yesus sang Juru Selamat dalam hati kita dan dalam hidup kita. Dan kita sendiri mau menjadi apa mulai Natal ini?
- Karena panggilan kita juga sama dengan Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus, maka apapun profesi kita, kita dipanggil untuk mengantar Yesus datang masuk ke pintu hati orang-orang yang merindukan keselamatan! SW
DOA: Ya Tesus, semoga aku dapat menyiapkan hatiku untuk menyambut-Mu!
JANJI: “Aku akan mengokohkan kerajaan-Nya. …Kerajaan-Nya akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku” --- 2 Samuel 7:13,16
PUJIAN: Di suatu daerah katolik di luar negeri, ada kebiasaan orang tua bekerja sama dengan panitia Natal memberi hadiah Natal kepada anak-anak mereka. Tiap kado ada nama masing-masing anak. Selain ada ucapan Natal juga tertulis salah satu sifat-sifat keutamaan: kejujuran, pembawa damai, sukacita, keberanian , kesabaran, ketekunan, pemaaf dll.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ