menjadi hamba yang setia
22 October 2024
Selasa, 22 Oktober 2024
Efesus 2:12-22
Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14
Lukas 12:35-38
"Hendaklah pinggangmu tetap berikat danpelitamu tetap menyala" --- Lukas 12:35
WAKTU KITA belajar dan menempuh pendidikan, bagi sebagian orang sulit sekali untuk mengerti pelajaran yang diberikan oleh guru kita jika baru sekali diterangkan, perlu perulangan berkali-kali sampai masuk ke otak kita dan bahkan bisa hafal sampai titik komanya. Hal ini terjadi karena sistem pendidikan di sini yang mau tidak mau dilakukan seperti di atas sehingga menghasilkan "prestasi".
Begitu pula kita menjadi pengikut Tuhan Yesus, konsistensi dan fokus sangat dibutuhkan ditengah badai kehidupan kita yang sangat mengganggu dan menyebabkan iman kita goyah dan berbalik arah. Yesus yang diumpamakan seperti seorang tuan yang pulang dari perkawinan dan hamba hambanya setia menanti tuannya. Hamba-hambanya siap sedia menunggu dengan berbahagia, sebab saat tuannya datang justru ialah yang melayani para hambanya itu.
Oleh karena itu, kita seharusnya tetap bertahan untuk setia dan taat apapun keadaan kita, selalu berjaga-jaga dalam hidup ini untuk memperoleh kehidupan baru bersama Bapa di Surga seperti yang sudah dijanjikan oleh Tuhan Yesus kepada kita. (Fransiskus Setiawan)
DOA: "Allah Bapa di Surga, berikanlah kekuatan dan semangat untuk selalu setia kepada-Mu terutama disaat-saat kami lemah dan berduka. Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus, bersama Dia dan dalam Dia yang hidup dan berkuasa, kini dan sampai selama lamanya, Amin."
JANJI: "Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita." Mazmur 85: 10
PUJIAN: Tiap tanggal 22 Oktober kita merayakan khusus untuk Paus Yohanes Paulus II, hari perayaannya sebagai seorang santo berdasarkan pada hari pelantikannya sebagai paus. Pemberian gelar ini tentu saja tidak lepas dari pencapaiannya untuk memerangi komunisme, kapitalisme yang tak terkendali dan penindasan politik, serta secara signifikan meningkatkan hubungan Gereja Katolik dengan Yahudi, Islam, dan Gereja Ortodoks Timur. Ia juga menjunjung tinggi ajaran Gereja berkenaan dengan hal-hal seperti hak untuk hidup, pengaturan kelahiran, penahbisan imamat, dan imam yang hidup selibat, serta dengan tegas melawan aborsi dan membela pendekatan Gereja Katolik Roma yang lebih tradisional terhadap seksualitas manusia, dan bahkan setelah beliau meninggalpun banyak orang telah mendapatkan mukjizat lewat perantaraan doanya.Maka Paus Fransiskus menambahkan peringatan fakultatif untuk beliau ke dalam Kalender Gereja Roma bagi Santo-Santa.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)