MENJADI NOMOR SATU
13 December 2018
Kamis, 13 Desember 2018
“ Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya ---- Matius 11:11
PIL-PRES RI masih akan dilakukan beberapa bulan ke depan, tetapi gaung hiruk pikuknya sudah mulai terdengar dan terasa sejak beberapa bulan akhir-akhir ini. Kedua pasangan calon presiden bersaing, baik secara sehat dengan mengedapankan visi misi dari setiap pasangan, maupun secara tidak sehat, misalnya dengan menyebarkan hoax, dll.
Manusia memang selalu ingin menjadi nomor satu, karena kecap saja selalu mengata-kan bahwa dirinya adalah nomor satu; tidak ada kecap nomor dua. Nomor satu akan diingat orang, tetapi tidak demikian dengan nomor dua. Hal inilah yang membuat orang saling bersaing untuk menjadi nomor satu.
Dalam bacaan Injil hari ini, dikatakan bahwa “manusia terbesar adalah manusia terbesar adalah Yohanes Pembaptis, tetapi yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar daripadanya”. Hal ini menunjukkan bahwa yang terbaik dari dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang tidak berguna di Sorga.
Dalam pemahaman Kerajaan Allah, orang terbesar adalah orang yang mau menyerahkan dirinya untuk melayani bagi sesamanya.
Sanggupkah Anda menjadi pelayan bagi orang lain? Tidak mengutamakan egoisme lagi, tetapi mengedepankan kepedulian dan kasih untuk menolong orang lain, tanpa diskriminasi, dengan melihat latar belakang diri orang itu ? (DAG)
Doa: Bapa, bimbinglah kami untuk menjadi orang berprestasi yang terus belajar dari waktu ke waktu. Beri juga kerendahan hati kepada kami, agar tidak menjadi sombong.
Janji: “TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya”. ---- Mazmur 145:9
Pujian: Pada saat Susi Susanti meraih medali emas bulutangkis tunggal putri di Olimpiade Barcelona tahun 1992, ia membuat Tanda Salib. Hal ini sungguh mengagumkan, karena menunjukkan saat ia menjadi orang nomor satu, ia tetap rendah hati dan sepenuhnya berserah pada Tuhan.
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ