MENJADI PENJALA MANUSIA YANG MENGANDALKAN TUHAN
06 February 2022
Minggu, 6 Februari 2022
Minggu Biasa V
Yesaya 6:1-2a,3-8
Mazmur 138:1-2a.2bc-3.4-5.7c-8
1 Korintus 15:1-11
Lukas 5:1-11
“Setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.” --- Lukas 5:6
KABAR SUKACITA tentang Kebangkitan Kristus, merupakan kabar kemenangan bagi semua orang terutama bagi yang percaya kepada-Nya. Kabar sukacita ini, mestinya disampaikan sebanyak-banyaknya kepada semua orang, dan ini adalah tugas serta tanggung jawab para murid Kristus. Pertanyaan bagi kita, apakah kita mampu untuk melaksanakan tugas ini ?
Karena Baptis dan Krisma, kita diikutsertakan dalam tugas para murid untuk menjadi penjala manusia, sebagaimana sabda-Nya kepada para murid, “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia” (Luk 5: 10). Untuk ikut serta melakukan misi tersebut, dibutuhkan kekuatan dan kuasa dari sumber sukacita itu sendiri yaitu Yesus Kristus. Keahlian dan profesionalitas serta ketrampilan kita memang penting, tetapi berkat dan perkenan Tuhan (Insya Allah) itu lebih penting. Jika Tuhan tidak berkenan semuanya akan sia-sia.
Hal ini sangat jelas digambarkan melalui peristiwa awal yang dialami oleh para murid Kristus dalam bacaan Injil hari ini. Para murid memang ahli dan tahu cara menangkap ikan sebab mereka seorang nelayan yang profesional, akan tetapi Tuhan lebih tahu dan yang menentukan segalanya. Para murid tidak mendapatkan apa-apa, akan tetapi ketika Yesus hadir dan mereka mau mengikuti apa yang Dia kehendaki, merekapun mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.
Sebagaimana Simon dan murid-murid awal “meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikuti Yesus” (Luk 5: 11), demikian pula kita meski sebagai warga dunia, tetapi berkat Baptis dan Krisma, kita memprioritaskan panggilan Kristus sepenuhnya. Karena kita melakukan ‘pekerjaan Tuhan’ dan Yesuslah yang memanggil kita, maka bukan saja bertumpu pada pengetahuan dan keahlian serta pengalaman kita saja dalam melaksanakan tugas ‘mewartakan Kerajaan Allah’ , tetapi tak kalah pentingnya ‘relasi pribadi kita dengan Yesus’, kehendak dan petunjuk-petunjuk-Nya, serta doa restu-Nya, yang sangat kita butuhkan. Dengan demikian pelayanan kita akan menghasilkan buah dengan membawa banyak jiwa kepada Tuhan. (Pieter Kanisius)
DOA: Tuhan Yesus, Engkau sendiri yang memilih kami untuk mewartakan kabar sukacita-Mu, bentuklah dan jadikan kami murid yang senantiasa mengandalkan Engkau.
JANJI: ”Pada hari aku berseru, Enkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku”. - Mazmur 138:3
PUJIAN: Dulu para Missionaris rela mengorbankan dirinya, meninggalkan keluarga dan kampung halaman untuk melakukan tugas sebagai murid Kristus, yaitu melakukan penginjilan kepada semua orang. Kepada mereka kita berterima kasih. Tiba saatnya giliran kita. Banyak rohaniwan dan awam siap dan sedia diutus ke pedalaman Kalimantan atau Papua sebagai misionaris ‘domestik’.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ