MENJADI PENYEMBUH, SEPERTI YESUS
14 February 2021
Minggu, 14 Februari 2021
Imamat 13:1-2.44-46
Mazmur 32:1-2.5.11
1 Korintus 10:31--11:1
Markus 1:40-45
“Tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir." ---- Markus 1:41
SAAT INI banyak orang menderita sakit, karena adanya Pandemi Covid-19, hampir satu tahun semua orang hidup dalam kecemasan, karena begitu banyak orang di sekitar kita yang meninggal karena Covid-19. Tetapi sesungguhnya jauh lebih banyak orang lain yang juga menderita sakit, yaitu sakit rohani, sakit batin, kurang percaya diri, selalu kuatir dan cemas.
Maukah kita semua, sebagai murid Kristus, untuk segera bergerak menjadi penyembuh bagi banyak orang ‘sakit’ di sekitar kita. Apa yang perlu kita lakukan untuk menjadi seorang penyembuh? Tentu saja banyak, antara lain:
- Mohon bimbingan Yesus; kita hanyalah alat-Nya. Lakukan tugas kita untuk melayani orang-orang ‘sakit’ itu dengan sebaik-baiknya. Biarlah terjadi ‘kesembuhan’ atau ‘pemulihan’ menurut kehendak-Nya.
- Melakukan proses penyembuhan dengan sepenuh hati, terdorong oleh kasih. Semua itu bukan untuk nama besar kita, meningkatkan jabatan ataupun meningkatkan kesejahteraan pribadi.
- Bila terjadi kesembuhan, muliakanlah Tuhan, karena kita hanya menjadi alat-Nya saja.
- Lakukan penyembuhan bagi semua orang, jangan lakukan pembeda-bedaan atau diskriminasi
Bila orang yang kita tangani tidak sembuh, ya memang itu kehendak Allah, kita tidak perlu kecewa dan menyalahkan siapa-siapa Tugas kita: melayani orang itu dengan sebaik-baiknya, selanjutnya kehendak Tuhanlah yang terjadi. (DAG)
DOA: Tuhan Yesus, jadikan aku alat-Mu yang berguna untuk menyembuhkan orang lain di sekitarku.
JANJI: "Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!”-- Mazmur 32:11
PUJIAN: Dr. Lo Siauw Ging, di Solo, merupakan seorang dokter yang mengabdi pada rakyat kecil di kota Solo. Banyak pasien miskin yang datang kepadanya, dan mereka tidak perlu membayar, bahkan ada yang dibekali uang untuk membeli obat di apotik.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ