MENJADI PEWARTA YANG PENUH SUKA CITA
09 May 2024
Kamis, 9 Mei 2024
HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
Kisah Para Rasul 1:1-11
Mazmur 47:2-3.6-7.8-9
“Lalu Ia berkata kepada mereka : “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” --- Markus 16:15
KABAR BAIK dalam kehidupan orang kristiani seringkali dikaitkan dengan kedatangan Yesus ke dunia ini. Yesus menjadi wujud pewartaan kerahiman dan kepedulian Allah dalam menyelamatkan manusia dari dosa. Kabar baik itu tidak hanya kepada seluruh manusia, tetapi juga diperuntukkan kepada segala makhluk. Karena manusia diberi kuasa memelihara, dan mengatur semuanya demi kebaikan bersama.
Salah satu bukti bahwa orang telah percaya dan menerima Kabar Baik adalah ketika dibaptis. Yesus berfirman, bahwa tanda-tanda orang yang percaya diantaranya adalah mampu mengusir setan demi nama-Nya, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, dapat memegang ular, kebal racun maut, dan meletakkan tangannya untuk menyembuhkan orang sakit. Firman itu disampaikan Yesus sebelum terangkat ke sorga, dan duduk di sebelah kanan Allah.
Memberitakan kabar baik Yesus kepada orang-orang lain akan efektif jika kita sendiri sudah akrab dan menerima Dia. Salah satu cara terbaik menemukan Yesus adalah Injil. Keakraban kita dengan Injil memberikan semangat penginjilan, yang memampukan kita mewartakan pribadi dan pesan Yesus, sehingga kita dapat mengundang orang lain untuk beriman kepada-Nya. Marilah kita dengan penuh suka cita dan setia terus mewartakan kabar baik, supaya banyak orang diselamatkan. Dan Tuhan telah berfirman, bahwa Ia turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Thony Octa)
DOA: ”Ya Allah, jadikanlah kami pewarta Sabda-Mu, dan mampu mewujudkan dalam hidup kami sehari-hari, Amin.”
JANJI: “Allah telah naik dengan diiringi sorak sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!” - Mazmur 47:6-7
PUJIAN: Santo Sirilus lahir di Kapadokia, Asia Kecil pada abad ke-3 dari keluarga kafir. Ia menjadi Kristen sejak muda. Ayahnya sering menyiksanya agar Sirilus murtad, tetapi ia tetap teguh mengimani Kristus. Kata-kata Kristus yang menguatkan hatinya adalah : “Barang siapa yang mengasihi ayah dan ibunya lebih dari Aku, tak layak ia bagiku” Sirilus diusir ayahnya, dan dihadapkan ke pengadilan karena imannya. Hakim yang gagal mengubah Sirilus meninggalkan imannya kepada Kristus, akhirnya menyuruh serdadu memenggal kepalanya.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)