MENJADI PILIHAN
23 October 2024
Rabu, 23 Oktober 2024
Efesus 3:2-12
Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6
Lukas 12:39-48
" ... dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut." --- Lukas 12:48c
SERINGKALI KITA merasa iri saat melihat teman kita memiliki kemampuan yang luar biasa, misalnya pandai saat di sekolah. Selalu menjadi juara walaupun mungkin kita melihat mereka tidak segigih kita saat belajar. Atau mengetahui sesorang memiliki karunia yang kita idamkan seperti misalnya karunia menafsirkan Bahasa Roh. Kita seringkali mulai membandingkan diri kita dengan teman ataupun orang tersebut. Dan tidak jarang penilaian kita tidak benar atau cenderung negatif untuk menunjang rasa tidak suka kita atau lebih lagi, rasa iri hati. Kita sering merasa atau bahkan mengatakan pada teman atau orang-orang disekitar kita, 'kok bisa ya orang seperti dia, yang tidak mau ikut pelayanan dapat karunia begitu? kok yang sukanya shopping dan pesta bisa juara terus ya?' Dan masih banyak lagi komentar ataupun hanya sekedar yang muncul di pikiran kita. Dan tentunya akan disertai rasa iri yang akan muncul di hati kita.
Namun apakah kita merenungkan, mengapa orang yang seperti itu, yang seringkali 'tidak layak' dimata kita justru mereka yang memiliki kemampuan yang menurut kita 'tidak pantas'? Atau dengan kata lain, mengapa tidak saya yang memilikinya? Karena saya lebih tekun belajar? Karena saya memiliki keluarga yang bahagia dan kaya? Karena saya lebih banyak melayani Tuhan? Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang akan muncul di hati dan pikiran kita. Berbagai alasan yang akan membawa kita kearah rasa negative atau kepada iri hati. Pertanyaan-nya, apakah saya tidak boleh merasa iri kepada teman yang selalu menjadi juara kelas? Merasa iri hati kepada orang yang memiliki karunia Roh Kudus yang hebat? Tentunya tidak mungkin kita tidak merasakan itu. Adalah wajar dan manusiawi untuk memiliki perasaan seperti itu. Namun yang tidak boleh adalah membiarkan rasa iri hati itu menjadi racun di hati kita dan menjadi motivasi untuk berbuat jahat. Iri hati (Envy) yang kita biarkan bertumbuh dan meracuni hati dan pikiran kita akan menjadi salah satu tujuh dosa maut. Dan dosa maut ini dianggap berbahaya sebab mereka memiliki sifat yang sangat merusak. Dan dosa-dosa itu cenderung menjebak seseorang yang melakukan ke dalam dosa-dosa yang lain.
Kembali kepada ayat Lukas 12 :48, terutama ayat 48c 'dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut', seringkali kita hanya melihat apa yang bisa kita lihat. Kita tidak mengetahui bagaimana pergumulan mereka. Kita tidak tahu seberapa tekunnya mereka belajar diluar waktu mereka bersenang-senang? Di Kitab Suci, banyak yang bisa kita baca bagaimana orang-orang yang dipercaya Tuhan, seperti nabi-nabi. Bagaimana mereka sejak awal sudah dipersiapkan. Yang paling mudah kita jadikan contoh adalah Yohanes Pembaptis. Tuhan sudah mempersiapkan Yohanes dari sebelum ia berada di dalam kandungan Elisabet, ibunya. Bagaimana Yohanes hidup dan mempersiapkan dirinya sebelum ia tampil. Karya Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus dan menjadi saksi-Nya. Bahkan Yohanes saat dipenggal masih muda, 30 tahun. Itu hanya satu contoh bagaimana seorang yang menjadi pilihan Tuhan, dipercayakan sebagai pembuka jalan bagi Yesus sebelum Ia memulai karya-Nya dan mendapat kercayaan dari Sang Pencipta. Dan bagaimana Yohanes menyiapkan dirinya. Tidak mudah tentunya. Tidak ada banyak info mengenai beliau sebelum muncul dimuka umum. Kita hanya tahu mengenai Yohanes diantaranya dari Matius 3: 1-4 'Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah , sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan'. Kita bisa bandingkan dengan kita, apakah bisa kita bisa makan atau berpakaian seperti beliau?
Dan dari bacaan pertama hari ini, Santo Paulus mengatakan '... bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu ..." dan "Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan para nabi ...'. Dan bukan hanya saat zaman Paulus, hingga saat ini juga masih ada rahasia yang dinyatakan dalam Roh kepada umat manusia, melalui anak anak Tuhan yang beriman, yang diberi kepercayaan oleh Tuhan. Melalui karunia Roh Kudus, masih sering terjadi pernyataan rahasia Tuhan dan mukjizatNya masih nyata. Mungkin kita mengenal mereka yang memiliki karunia ini, yang mendapat kepercayaan Tuhan, para pendoa syafaat dan masih banyak lagi. Apakah hanya mereka yang dipercayakan Tuhan? Tentunya tidak! Namun tidak semua yang Tuhan pilih bersedia mengikuti bimbingan Roh dengan tekun, dengan rendah hati dan bersedia menerima dan menjalani apa yang didengarnya dari Roh Kudus. Seringkali tidak mudah, bahkan mustahil dalam pikiran manusiawi kita. Namun mereka yang percaya penuh, bersedia menerima dan menjalaninya walaupun tidak jarang dapat ejekan, cemooh, penghinaan dan masih banyak lagi. Tidak sedikit juga yang mundur karena tidak sanggup dengan cercaan. Seperti dikatakan di kitab Yohanes 15: 18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku" (bisa baca di Yohanes 15: 18-16:11, Markus 13: 13). Namun jika kita terpilih, mendapat kehormatan dari Tuhan sebagai orang yang dipilih dan dipercayakan, jangan mudah untuk menyerah. Mengapa? Karena janji Tuhan bagi mereka yang tetap setia hingga akhir walaupun menghadapi berbagai kesulitan. 'Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia' - Yakobus 1: 12. Masih banyak lagi ayat-ayat mengenai janji Tuhan bagi kita yang bertahan akan segala pencobaan dan tetap setia dan percaya. Diantaranya bisa dibaca di Roma 2:6-7, Galatia 6:9, Ibrani 3:14, Wahyu 2: 10-11 dan banyak @.9L. Dengan kata lain, kita jangan takut ataupun menyerah jika kita menjadi yang seperti di dikatakan di ayat ini 'dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak @91 dituntut dari pada kamu'. Karena Bapa tidak akan membiarkan kita sendirian berjuang pada saat kita menjawab 'YA' pada-Nya. Roh Kudus-Nya akan selalu menyertai, membimbing dan menerangi jalan yang akan kita lalui. Tetap menjadi kepercayaan-Nya biarpun banyak tuntutan yang harus kita jalani dan biarpun banyak cobaan yang akan kita hadapi supaya kita menyerah. Tetap beriman, tetap setia dan tetap menjadi umat pilihan-Nya, yang diberi kepercayaan rahasia-rahasia-Nya. (Beatrix)
DOA: "Sungguh ku bangga menjadi umat pilihan-Mu Bapa, dan menjadi kepercayaan-Mu. Aku rindu untuk mengetahui rahasia-rahasia-Mu yang akan Engkau percayakan padaku untuk membantu sesamaku. Jalan bersama daku, Yesusku. Jangan pernah biarkan aku meninggalkan kasih-Mu. Peluk daku saat aku mulai merasa berat akan berbagai tekanan yang kuterima dan gendong daku saat aku tidak mampu melanjutkan langkahku. Namun aku berjanji tetap setia dan slalu menjadi milik-Mu dan aku menjadi kesayangan-Mu. Roh yang Kudus, terangi jalanku saat kegelapan berusaha membuatku tersesat. Ingatkan aku saat aku mulai melakukan hal yang tidak benar. Tegur aku ketika aku mulai melupakan apa yang harus aku lakukan, Amin."
JANJI: "Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar, Sebab TuhanAllah itu kekuatanku dan mazmurku, ia telah menjadi keselamatanku." - Yesaya 12:2
PUJIAN: Santo Yohanes Kapistrano, Pengaku Iman. Yohanes lahir di Kapistrano, Italia Tengah pada tahun 1386. Ayahnya, seorang perwira tinggi yang menetap di Kapistrano sebagai utusan Raja Ladislaos. Sayang sekali bahwa ayahnya bersama duabelas orang saudaranya dibunuh oleh musuh-musuh Raja Ladislaos. Rumah mereka pun dibakar. Hanya ia sendiri yang selamat. Pada umur 15 tahun ia belajar ilmu hukum di Universitas Perugia. Ia belajar dengan tekun sampai tengah malam karena mau melampui kawan-kawannya dalam berbagai bidang studi. Pada tahun 1409 ia menyelesaikan studinya dengan hasil yang gemilang.
Selama beberapa tahun ia menjabat sebagai hakim di Kantor Pengadilan kota Perugia dan kemudian menjadi gubernur kota itu pada tahun 1412. Ia sangat dermawan kepada para pengemis. Namun tetap menaruh dendam kepada para pembunuh ayah dan saudara-saudaranya. Selama 15 tahun ia tidak pernah berkomuni, meskipun selalu mengakukan dosa-dosanya. Pada tahun 1415, ia meringkuk di dalam penjara sebagai tawanan perang. Dalam percobaannya untuk meloloskan diri dari tahanan itu, ia jatuh dan patah kakinya. Pada hari ketiga di dalam penjara, ia mengalami suatu penglihatan ajaib. Ia melihat seorang imam Fransiskan yang diliputi cahaya surgawi mendatanginya. Yohanes takut tetapi serta merta ia berkata: "Aku tidak mau menjadi imam, apalagi menjadi biarawan." Delapan hari kemudian ia mengalami lagi penglihatan ajaib itu di dalam sel tahanannya. Tetapi ia tetap berpendirian keras sehingga ditegur keras oleh seseorang yang ada di dalam cahaya ajaib itu. Maka akhirnya ia berkata: "Ya, saya rela melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dari-padaku." Untuk membebaskan dia dari tahanan itu, ia harus ditebus dengan bayaran yang mahal, menjadi seorang tawanan Tuhan dan rela melakukan apa saja yang diminta Tuhan dari padanya. Ia rela meninggalkan segala galanya termasuk isterinya yang belum pernah digaulinya dan masuk biara Fransiskan pada umur 30. Dalam masa novisiatnya, Yohanes belajar teologi dan menghayati suatu cara hidup yang keras. Ia banyak dicobai dan dilatih hidup dengan disiplin yang amat keras. Akhirnya dia ditahbiskan menjadi imam dalam ordo Fransiskan. la menjadi seorang pengkotbah keliling Eropa yang sangat berhasil. Doa yang tekun dan bertapa yang keras menjadi dasar kerasulannya. Ia selalu berjalan tanpa alas kaki, kendatipun jalan-jalan tertutup es dan salju. Makannya hanya sekali sehari.Dengan kotbah-kotbahnya yang menarik dan menyentuh hati umat, ia berhasil mentobatkan ribuan orang selama 40 tahun berkarya di seluruh Eropa. Di Austria 12.000 orang heretik dibawanya kembali ke pangkuan Ibu Gereja. Karena itu para penganut ajaran sesat berusaha membunuhnya meskipun selalu gagal karena ia selalu dilindungi Allah secara ajaib. Bersama dengan Santo Bernardinus dari Siena ia berusaha membaharui Ordo Fransiskan, mempersatukan kelompok kelompok yang bertentangan di dalam Ordo Fransiskan, dan memajukan devosi kepada Nama Suci Yesus Kristus. Dengan devosi itu lahirlah kembali semangat iman umat. Yohanes menarik begitu banyak orang dengan gaya pewartaannya yang begitu menarik, dan berhasil mentobatkan banyak orang. Ketika Kaisar Frederik III (1440-1493) meminta bantuan kepada Paus Nikolas V (1447-1455) untuk melawan kaum Hussites dan sekte sekte sesat lainnya, Yohanes yang ditunjuk dan diutus ke Vienna pada tahun 1451 sebagai Inkuisitor Jenderal. Pada tahun 1456 sementara berada di Hungaria, ia melancarkan pewartaan melawan bangsa Turki dan membantu pasukan dalam memukul mundur pasukan Turki di Belgrade. Yohanes meninggal dunia di Villach, Austria pada tanggal 23 Oktober 1456 dan dinyatakan 'kudus' pada tahun 1724.
Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)