MENJADI POHON DI TEPI AIR

09 March 2023

Kamis, 9 Maret 2023

Yeremia 17:5-10

Mazmur 1:1-2,3,4,6

Lukas 16:19-31

Sta. Fransiska dari Roma



“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air” --- Yeremia 17:7-8a


POHON DI TEPI AIR adalah gambaran yang dipakai Nabi Yeremia untuk melukiskan orang yang diberkati Tuhan yaitu orang yang hidupnya mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya pada Tuhan. Seperti pohon yang ditanam di tepi air, ia akan merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Mari kita coba merenungkannya lebih dalam beberapa hal berikut ini.

? Orang yang mengandalkan TUHAN Orang yang mengandalkan Tuhan bukanlah orang yang kepercayaannya berpusat pada diri sendiri dan pada sumber daya manusia, sebab jika demikian mereka pastilah akan kecewa, miskin rohani, dan akhirnya terhilang. Tetapi orang yang sepenuhnya mengandalkan Tuhan adalah mereka yang akan diberkati dan akhirnya memperoleh limpahan rahmat ilahi. Mereka tidak akan takut atau khawatir di dalam situasi hidup bagaimanapun karena akar mereka tertanam kuat jauh di dalam Allah. Mangandalkan Tuhan berarti menjadikan Tuhan satu-satunya sumber kekuatan dalam menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan ini. Tuhan-lah penyelenggara kehidupan yang akan senantiasa menuntunnya ke air yang tenang membaringkannya di padang yang berumput hijau dan menyegarkan jiwanya.

? Menaruh Harapannya pada TUHAN Selain mengandalkan Tuhan, orang yang diberkati Tuhan adalah orang yang menaruh seluruh pengharapannya pada Tuhan, karena hanya kepada Tuhan hatinya percaya. Ciri orang yang menaruh pengharapannya kepada Tuhan adalah :

1. Tinggal dan berpaut kepada Tuhan Menyadari Tuhanlah sumber kebenaran, firman Tuhan menjadi kebutuhan pokok dalam hidupnya, merenungkannya siang dan malam dan hatinya percaya kepada firman-Nya.

2. Bertumbuh dan berbuah kebenaran Karena tinggal dan hidup dalam relasi dengan Tuhan, maka ia bertumbuh dalam seluruh karakter dan sifat Ilahi dan menghasilkan buah-buah kebenaran.

3. Bertahan dalam segala keadaan Orang yang menaruh harapannya kepada Tuhan akan bertahan dalam iman dan kepercayaannya kepada Tuhan dalam segala keadaan. Ia percaya akan rencana Tuhan yang selalu baik dan indah pada waktunya.

? Seperti Pohon di Tepi Air Gambaran Nabi Yeremia untuk orang yang hidupnya mengandalkan Tuhan dan menaruh pengharapannya kepada Tuhan adalah seperti Pohon yang ditanam di tepi aliran air. Ia akan merambat dan berakar kuat dalam seluruh kebenaran Sabda Tuhan, ia tidak mudah goyah dan mengalami kekeringan rohani kerena Tuhanlah sumber Air Kehidupan-nya. Karakter dan gaya hidupnya akan terus bertumbuh segar menurut jalan Tuhan. Pikiran, perkataan dan perbuatannya memancarkan teladan dan kesaksian menjadi buah-buah yang mempermuliakan Tuhan. Menjadi Pohon yang ditanam di tepi aliran air adalah kerinduan setiap kita yang percaya pada-Nya. Mari kita dalam segala keadaan tetap mengandalkan Tuhan dan menaruh pengharapan kita hanya kepada Tuhan supaya hidup kita menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (AHS).

DOA: “Yesus, Tuhan andalan dan pengharapanku, hanya kepada-Mu aku percaya. Tuhan perisai dan perlindunganku hanya kepada-Mu aku meletakkan harapan dan masa depanku. Demi Kristus Tuhan dan Juruselamat kami yang hidup.”

JANJI: “Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” - Mazmur 1:1a, 2-3

PUJIAN: Santa Fransiska dari Roma adalah pendiri Komunitas religious yang berafiliasi dengan Ordo Benediktin dan dibaktikan pada hidup doa dan karya amal. Dalam kehidupannya Fransiska dikenal sebagai seorang pendoa yang sangat mengandalkan Tuhan dan menaruh seluruh pengharapannya hanya kepada Tuhan terutama saat-saat mengalamai keadaan sulit selama perang di kota Roma. Suaminya ditangkap dan diasingkan, anak sulungnya dibawa sebagai sandera tetapi ia tetap tabah dan pasrah kepada Tuhan dan tetap setia melayani-Nya. Keteladanannya telah menjadi model bagi ibu-ibu rumah tangga di Roma.

Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.