MENJADI PUTIH SEPERTI SALJU
27 February 2018
Selasa, 27 Februari 2018
Yesaya 1:10,16-20
Mazmur 50:8-9,16bc-17,21,23
Matius 23:1-12
MENJADI PUTIH SEPERTI SALJU
‘Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba.” --- Yesaya 1:18
UMUMNYA SELAMA Masa Pra-Paska dan Advent, Gereja memberi kesempatan pelayanan Sakramen Tobat. Dan dalam Ibadat Tobat sebagai persiapan menyambut Sakramen Tobat atau Sakramen Rekonsiliasi ialah antara lain diambil bacaan dari Kitab Yesaya 1:16-18, salah satu ayatnya seperti terkutip di atas.
Banyak umat merasa tidak tenang dalam menyambut Sakramen Tobat ini. Apalagi kalau dosa yang kita akukan ya itu-itu saja. Nasehat dan penitensi Pastur ya begitu-begitu saja. Rasanya seperti kirim pakaian kotor ke ‘Laundry’ -- tempat pelayanan cuci pakaian -- membersihkan kembali roh kita, daripada merupakan suatu peristiwa perjumpaan mesra dengan Yesus --kerahiman Bapa --, yang membantu kita semakin bersatunya kita dengan-Nya.
Bacaan pertama hari ini dari Kitab Yesaya (1:10,16-20). Di situ kita temukan kata-kata “Belajarlah -- berbuat baik --, usahakanlah – keadilan --, kendalikanlah -- orang kejam --, belalah, perjuangkanlah ...” -- itu suatu ungkapan pertumbuhan yang semakin maju dan maju. Dan inilah bagian dari Sakramen Tobat : lebih berusaha untuk berbuat baik. Dengan pengertian ini, kita tentu lebih siap menyambut Sakramen Tobat. Dalam persiapannya, baiknya kita tanyakan kepada Yesus : “Katakan, ya Tuhan dalam hal apa yang bisa menghambat relasi kami dengan-Mu?” Dan jawaban Yesus tentu tak akan sama. Umumnya sabda-sabda yang tak terduga, adanya suatu pewahyuan yang kurang mengenakkan tentang sesuatu bagian hidup kita, yang Allah ingin sembuhkan.
Pewahyuan dari Allah-lah yang membantu kita untuk memberi terang pada kehidupan kita -– yang mungkin buram -- untuk Tuhan tolong agar menjadi ‘putih seperti salju’ atau menjadi ‘putih seperti bulu domba’.
Doa: Tuhan, aku dengar kerinduan Hati-Mu untuk membersihkan noda dosa-dosaku. Bimbinglah diriku untuk memasuki perayaan sambut Sakramen Rekonsiliasi secara lebih dewasa.
Janji: “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” --- Matius 23:11
Pujian: Dalam Kursus Bina Lanjut Kitab Suci, pengajar dari KPKS (Kursus Pendalaman Kitab Suci) menjelaskan mengenai Sakramen Pengakuan Dosa; Sakramen Penyembuhan ini, memiliki beberapa nama. Kalau disebut ‘Pengakuan Dosa’, penitensi dengan sesal mengakukan kesalahan dan dosa-dosanya; kalau ‘Pengampunan Dosa’ adalah suatu pengakuan Allah yang Maharahin yang mengampuni kesalahan; kalau ‘Tobat’, kita sebagai penitensi lebih menekankan penyesalan dan tobat kita serta tekad untuk memperbaiki diri; dan disebut ‘Rekonsiliasi”, kalau ada relasi yang retak dengan Sakramen ini, relasi dipulihkan kembali.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ
Selasa, 27 Februari 2018
Yesaya 1:10,16-20
Mazmur 50:8-9,16bc-17,21,23
Matius 23:1-12
MENJADI PUTIH SEPERTI SALJU
‘Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba.” --- Yesaya 1:18
UMUMNYA SELAMA Masa Pra-Paska dan Advent, Gereja memberi kesempatan pelayanan Sakramen Tobat. Dan dalam Ibadat Tobat sebagai persiapan menyambut Sakramen Tobat atau Sakramen Rekonsiliasi ialah antara lain diambil bacaan dari Kitab Yesaya 1:16-18, salah satu ayatnya seperti terkutip di atas.
Banyak umat merasa tidak tenang dalam menyambut Sakramen Tobat ini. Apalagi kalau dosa yang kita akukan ya itu-itu saja. Nasehat dan penitensi Pastur ya begitu-begitu saja. Rasanya seperti kirim pakaian kotor ke ‘Laundry’ -- tempat pelayanan cuci pakaian -- membersihkan kembali roh kita, daripada merupakan suatu peristiwa perjumpaan mesra dengan Yesus --kerahiman Bapa --, yang membantu kita semakin bersatunya kita dengan-Nya.
Bacaan pertama hari ini dari Kitab Yesaya (1:10,16-20). Di situ kita temukan kata-kata “Belajarlah -- berbuat baik --, usahakanlah – keadilan --, kendalikanlah -- orang kejam --, belalah, perjuangkanlah ...” -- itu suatu ungkapan pertumbuhan yang semakin maju dan maju. Dan inilah bagian dari Sakramen Tobat : lebih berusaha untuk berbuat baik. Dengan pengertian ini, kita tentu lebih siap menyambut Sakramen Tobat. Dalam persiapannya, baiknya kita tanyakan kepada Yesus : “Katakan, ya Tuhan dalam hal apa yang bisa menghambat relasi kami dengan-Mu?” Dan jawaban Yesus tentu tak akan sama. Umumnya sabda-sabda yang tak terduga, adanya suatu pewahyuan yang kurang mengenakkan tentang sesuatu bagian hidup kita, yang Allah ingin sembuhkan.
Pewahyuan dari Allah-lah yang membantu kita untuk memberi terang pada kehidupan kita -– yang mungkin buram -- untuk Tuhan tolong agar menjadi ‘putih seperti salju’ atau menjadi ‘putih seperti bulu domba’.
Doa: Tuhan, aku dengar kerinduan Hati-Mu untuk membersihkan noda dosa-dosaku. Bimbinglah diriku untuk memasuki perayaan sambut Sakramen Rekonsiliasi secara lebih dewasa.
Janji: “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” --- Matius 23:11
Pujian: Dalam Kursus Bina Lanjut Kitab Suci, pengajar dari KPKS (Kursus Pendalaman Kitab Suci) menjelaskan mengenai Sakramen Pengakuan Dosa; Sakramen Penyembuhan ini, memiliki beberapa nama. Kalau disebut ‘Pengakuan Dosa’, penitensi dengan sesal mengakukan kesalahan dan dosa-dosanya; kalau ‘Pengampunan Dosa’ adalah suatu pengakuan Allah yang Maharahin yang mengampuni kesalahan; kalau ‘Tobat’, kita sebagai penitensi lebih menekankan penyesalan dan tobat kita serta tekad untuk memperbaiki diri; dan disebut ‘Rekonsiliasi”, kalau ada relasi yang retak dengan Sakramen ini, relasi dipulihkan kembali.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ