MENJADI ROTI YANG TERPECAH
08 April 2021
Kamis, 8 April 2021
Kisah Para Rasul 3:11-26
Mazmur 8:2ab, 5--9
Lukas 24:35-48
“Kedua orang itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.” --- Lukas 24:35
SETELAH BANGKIT dari maut, Yesus menampakkan Diri kepada murid-murid-Nya secara terpisah dan dalam berbagai kesempatan berbeda. Yesus, menampakkan Diri dalam wujud manusia seutuhnya, tubuh yang bisa dipegang, berjalan bersama, bercakap-cakap dalam bahasa manusia. Ia berinteraksi dengan murid-murid, bahkan ketika secara tiba-tiba hadir dalam sebuah ruangan tanpa melalui pintu yang tertutup rapat. Yesus meredakan kebimbangan para murid yang ada di ruang itu (mereka berpikir Ia adalah hantu) dengan menunjukkan bekas luka paku di tangan dan kaki-Nya. Iapun meminta sepotong ikan goreng untuk dimakan yang membuktikan bahwa Ia sungguh telah bangkit dan hidup. Hal itu membuat murid-murid-Nya girang dan menumbuhkan iman percaya kepada-Nya sebagai sang Mesias.
Yang menarik adalah, kisah dua orang murid Yesus dalam perjalanan ke Emaus. Mereka semula tidak sadar bahwa orang yang bergabung dan menjadi teman seperjalanan mereka dari Yerusalem ke Emaus adalah Yesus sendiri. Selama dalam perjalanan mereka memperbincangkan tentang Yesus. Mereka segera mengenali bahwa Ia itu adalah Yesus, ketika di tempat persinggahan, yakni sewaktu Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkan roti itu dan membagikan kepada mereka. Setelah itu Yesus pun lenyap dari antara mereka. Mereka berucap: “Bukankah hati kita berkobar-kobar sewaktu Ia… menerangkan Kitab Suci kepada kita (Luk 24:30-35).
Pemecahan roti pada Perjamuan Akhir sebelum Yesus disalib, Yesus mengidentikkan Roti dan Anggur tersebut sebagai diri-Nya sendiri yang akan Dia serahkan sebagai penebusan dosa umat manusia. Ia telah mengorbankan diri-Nya demi cinta kasih kepada umat manusia Yesus merupakan teladan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah Bapa yang mengutus-Nya.
Ia mengorbankan Diri karena cinta kasih terhadap kita seperti yang dikehendaki Allah Bapa. Ada sepenggal syair lagu: “Maukah kau jadi roti yang terpecah bagi-Ku?, ..Maukah kau jadi saksi memberitakan Injil-Ku? Mengasihi, melayani sesama lebih sungguh.” Yesus akan tetap dikenali melalui hidup kita, ketika kita bersedia menjadi roti yang terpecah bagiNya dan UmatNya (VLB)
DOA: Tuhan Yesus, berilah kami hati yang penuh belas kasih dan mau berbagi dengan sesama yang terpinggirkan agar Nama-Mu dikenal dan dimuliakan melalui hidup kami.
JANJI: “Karena kepercayaaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini, dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua” ---- Kisah 3:16
PUJIAN: Adanya buku ‘Ensiklopedia Orang Kudus’, Kisah singkat ‘Orang Kudus Sepanjang Tahun’, memberi gambaran singkat akan hidup mereka yang berjuang demi Yesus dan Kerajaan-Nya, demi Injil dan Gereja-Nya. Mereka setia dalam iman akan Allah dan pengabdian kepada sesama.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ