MENJADI SAKSI KRISTUS YANG RENDAH HATI
09 January 2021
Sabtu, 9 Januari 2021
1 Yohanes 5:14-21
Mazmur 149:1-2, 3-4, 5-6a, 9b
Yohanes 3:22-30
“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” ---- Yohanes 3:30
MELALUI BACAAN hari ini, kita diingatkan dan diajak untuk melihat kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus. Dalam pelayanannya, Yohanes ditanya mengenai pembaptisannya dan pembaptisan yang dilakukan oleh para murid Yesus (Yoh 3: 25-26). Yohanes menyadari bahwa dirinya adalah utusan untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias (Yoh 3:27-28). Ia memberikan kesaksian yang tepat dan benar tentang Yesus, Sang Mesias. Katanya, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yoh 3:30). Ini wujud kerendahan hatinya. Karena Yohanes tahu benar posisinya. Ia mengaku terus terang bahwa ia bukanlah Mesias. Bahkan seluruh pewartaannya difokuskan pada Yesus Kristus Sang Mesias. Dia (Yesus) yang harus lebih besar, Dia yang harus diagungkan serta diutamakan dan Yohanes menyatakan dirinya hanyalah penyambung lidah Allah.
Yohanes sadar saatnya untuk mundur dan kini saatnya Yesus untuk tampil. Sekali lagi Yohanes sungguh menunjukkan kerendahan hatinya. Yohanes menyadari bahwa dirinya bukan Mesias tetapi hanya dipakai sebagai pembuka jalan bagi Yesus (Yoh 3:3O). Yesuslah yang harus lebih besar darinya yakni harus diagungkan, dimuliakan dan disembah, bukan dirinya.
Begitu juga dengan kita, kadang sebagai pewarta kita ingin dianggap sebagai orang penting. Tanpa disadari kita lebih banyak memberikan kesaksian tentang diri kita sendiri ketimbang tentang Kristus, bahkan bangga bila dianggap sebagai semacam penyelamat. Masalahnya: relakah dan mampukah kita seperti Yohanes menjadi semakin kecil supaya Kristus menjadi semakin besar?
Hari ini mulailah kita dengan menjadi pribadi yang bersaksi dalam kerendahan hati. Kerendahan hati menjadi keharusan dalam keharmonisan hidup kita dengan sesama. Dan Tuhan pasti akan menyatakan anugerah dan karya-Nya dalam diri kita yang mau rendah hati.
Dalam kerendahan hati kita menjadi pribadi yang jujur, tulus, jauh dari rasa iri dan ingin dikenal, dan mampu serta rela melayani sesama - siapapun. Inilah kesaksian nyata dan menjadi pribadi yang dipakai Tuhan. (JRS)
DOA: "Tuhan Yesus, bantulah aku agar mampu berlaku rendah hati di hadapan-Mu dan sesamaku. Amin.
JANJI: "Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan”. ---- Mazmur 149:4
PUJIAN: Santa Teresa dari Calcuta telah menjadi icon dan patron dalam semangat hidup berkarya bagi orang-orang miskin. Keramahan, perdamaian dan kegembiraan di tengah orang yang terpinggirkan. Beliau mendapat penghargaan Nobel Perdamaian 1979 dan Penghargaan Perdamaian Ramon Magsaysay 1962. Beliau bersaksi tentang kebaikan Tuhan melalui perbuatannya kepada sesama dengan rendah hati.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ