MENJADI SAKSI - SAKSI KRISTUS
25 April 2022
Senin, 25 April 2022
St. Markus – Penulis Injil
1 Petrus 5: 5b-14
Mazmur 89: 2-3,6-7,16-17
Markus 16: 15-20
“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil
kepada segala makhluk”
Markus 16: 15
KITA MENGENAL Santu Markus -sang Penulis Injil-, yang kita peringati hari ini. Dari tradisi kita diberi tahu dia ini adalah orang yang sama dengan nama Yohanes Markus. Dikisahkan setelah beberapa bulan ikut perjalanan dengan Paulus dan Barnabas mewartakan Injil ke beberapa daerah, dia lalu meninggalkan keduanya dan tidak ikut lagi pergi ‘mewartakan Injil’ dan kembali ke kampung halamannya (Kis 15: 36-38).
Kalau kita memandang ‘pergi mewartakan Injil’ berarti menjadi ‘pahlawan’ menjelajah daerah-daerah mewartakan Kristus dan ajaran-Nya, mendirikan komunitas-komunitas kaum beriman, di sini boleh dikata Markus gagal. Tetapi itu bukanlah akhir dari kehidupannya.
Ia lalu bergabung dengan St. Petrus di Roma dan menjadi muridnya yang setia. Dan dari Petrus, Markus belajar banyak tentang hidup Yesus, baik pribadi-Nya, ajaran dan apa saja yang dilakukan-Nya. Dan ia lalu menuangkan apa yang ia rekam dalam benak dan ingatannya, ia baca catatan-catatan yang ada dari para saksi mata dan ia kemas dan sunting, akhirnya menjadi Injil yang pertama. Orang sama sekali tidak menyangka akan apa yang ditulisnya menjadi dokumen yang berharga dan penting menjadi sumber pewartaan angkatan-angkatan kaum beriman berikutnya .
Markus tidak pergi mengelana ikut mewartakan injil secara lisan, tetapi ia duduk tenang dan dengan alat tulis di tangannya ia menulis sesuatu yang akhirnya kita sebut Injil atau ‘Kabar Gembira’, yang dampaknya luar biasa bagi Gereja, daripada ikut berkelana. Dan tulisannya memberi inspirasi bagi penginjil yang lain khususnya Matius dan Lukas.
Kita yang telah dibaptis, menjadi murid-murid Yesus yang mendapat panggilan dan perutusan yang sama, “Pergilah dan wartakanlah Injil”, seperti sabda Yesus kepada para murid-Nya sebagaimana dicatat oleh Markus di akhir Injilnya. Kita tidak perlu berkelana ke mana-mana berkotbah mewartakan Yesus kepada orang yang belum mengenal-Nya. Jangan kita merasa gagal atau tak berguna kalau tidak pergi ke mana-mana untuk penginjilan.
Hidup kita biasa-biasa saja. Tidak semua para murid Yesus menulis Injil, pergi jauh mewartakan Yesus atau mendirikan komunitas-komunitas beriman ! Meski berbeda kegiatannya, tetapi ada hal yang sama, yakni mereka mengikuti Tuhan dengan bimbingan Roh Kudus dan tetap dapat menjadi saksi-saksi-Nya di dalam hidup dan selaras dengan profesi.
Dalam hal ini mereka dan kita sama-sama yakni setia pada tugas yang Allah peruntukkan bagi kita masing-masing di Paroki kita masing-masing dan di tempat kerja seturut profesi kita. Dalam tugas yang sederhana-sederhana itu kita menjumpai tantangan dan kejutan-kejutan.
Semua siapa saja dapat mewartakan Injil secara kecil-kecilan dalam lingkup yang kecil pula setiap harinya. Jangan kita anggap remeh perilaku kita, dengan senyum kita dan tangan, kita selalu siap membantu sesama. Tuhan bisa menggunakan itu semua untuk menjamah orang-orang yang mencari-Nya. (S.Widjojo)
DOA : Ya Yesus, bantulah daku melakukan hal-hal yang kecil dan sederhana dalam kasih dan dalam Nama-Mu. Aku percaya sekali bahwa Tuhan akan menggunakan itu semua demi kemuliaan-Mu!
JANJI : “Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” – Markus 16: 20
PUJIAN: St. Markus sebagai penulis Injil digambarkan dengan lambang “Singa bersayap”. Dia (tahun 12 – 68) lahir di Cirene, Lybia, wafat 25 April, 68, di Alexandria. Ia pendiri dan pelindung Gereja di Alexandria dan pelindung kota Venetia, Itali. Ia lebih dikenal di kalangan umat Gereja Koptik
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ