MENJADI SAKSI YESUS
05 March 2023
Minggu, 5 Maret 2023
HARI MINGGU PRAPASKAH II
Kejadian 12:1-4a
Mazmur 33:4-5,18-19,20,22
Matius 17:1-9
“Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata : “Berdirilah, jangan takut!” --- Matius 17:7
HIDUP MULIA menjadi dambaan setiap orang. Berbagai macam cara dilakukan untuk mendapatkannya. Ada yang dengan berusaha sendiri, melalui kelompok, atau dengan mengikuti sosok pribadi yang hebat. Hal inilah yang dialami Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Setelah sekian lama mengikuti Yesus, mereka mendapatkan penglihatan yang menakjubkan. Saat di gunung yang tinggi, mereka melihat Yesus berubah rupa. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Yesus nampak sedang berbicara dengan Musa dan Elia. – Mat 17:2-3 Dalam era Perjanjian Lama, mereka adalah dua orang nabi besar. Musa dianggap mewakili hukum Taurat, dan Elia mewakili para nabi. Petrus menjadi sangat bahagia. Ia menyebut Yesus sebagai Tuhan, dan meminta ijin mendirikan kemah bagi ketiganya. Karena ketidaktahuannya akan rencana Allah, ia mengira sudah tiba saatnya menikmati kebahagiaan abadi di tempat itu. Petrus berharap semua akan tetap tinggal dalam kemuliaan itu. Allah mengetahui kegagalan Petrus memahami peristiwa itu. Melalui awan yang turun menaungi mereka, Allah menyatakan keputraan ilahi Yesus. Bahwa Yesus adalah Anak-Nya terkasih , yang kepada-Nya Ia berkenan, Allah meminta mereka mendengarkan Yesus. Bukan hanya mendengarkan Sabda Yesus, mereka diminta memahami tujuan kepergianNya. Bahwa di Yerusalem, Yesus akan menggenapi rencana Allah, tentang sengsara dan kematian-Nya – Luk. 9:31 Sama seperti para murid, kita semua juga diminta menjadi saksi Yesus. Bukan hanya pada saat menyenangkan, tetapi juga saat kita mengalami kesedihan. Kita percaya bahwa Yesus selalu menguatkan kita. Seperti yang dikatakan kepada para murid-Nya: “Berdirilah, jangan takut” Hanya Dia-lah penolong dan perisai kita sehingga mampu setia menjadi saksi-Nya. Dan pada akhirnya kita hidup mulia abadi bersama-Nya. (TON).
DOA: “Ya Allah Bapa, kami serahkan seluruh peziarahan hidup kami hanya ke dalam tangan-Mu.”
JANJI: ”Kasih setiaMu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.” Mazmur 33:33
PUJIAN: Santo Paus Lusius 1 melayani Tuhan dengan hidup saleh. Bersama Santo Saprianus menggalakkan karya karitatif bagi orang-orang Kristen yang dipenjara. Setelah mereka diampuni dan diberkati, mereka diperbaharui kembali keanggotaannya dalam gereja. Sejak tahun 1969, melalui surat Mysterii Paschalis, Paus VI menetapkan hari pestanya dirayakan gereja setiap tanggal 5 Maret
Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ