MENJADI UMAT PILIHAN ALLAH
01 August 2018
Rabu, 1 Agustus 2018
St. Alphonsus Maria de Ligouri
Yeremia 13:10, 16-21
Mazmur 59:2-5, 10-11, 17-18
Matius 13:44-46
“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” ---- Matius 13:45-46
HAL KERAJAAN SORGA. Istilah “Kerajaan Sorga” (KS) hanya terdapat pada Injil Matius, sedangkan Markus dan Lukas yang lebih banyak berhubungan dengan orang non Yahudi memakai kata “Kerajaan Allah” (KA). Bagi orang Yahudi kata “Allah” dianggap sangat sakral, dan tidak boleh orang menyebutnya secara sembarangan. Maka Matius yang lebih banyak berhubungan dengan orang Yahudi memilih menggunakan istilah “Kerajaan Sorga”.
Kedua istilah ini sebenarnya memiliki arti yang sama. Itu menjadi tema yang penting dalam ajaran Yesus. Selain itu, ini juga dalam kaitannya dengan amanat Yesus, bahwa memberitakan Injil harus dilakukan karena Kerajaan Allah sudah dekat (Mark 1:15). Hal ini juga dapat dibaca pada Injil Matius yakni “Pergilah dan beritakanlah Kerajaan Sorga sudah dekat (Mat 10:7). Jadi memberitakan Injil adalah tugas kewajiban yang sudah mendesak. Bahkan Rasul Paulus mengatakan bahwa “celaka jika tidak memberitakan Injil”, karena Paulus telah merasakan besarnya kasih Tuhan yang telah mempertobatkan dirinya dari semula sebagai orang yang sangat membenci Yesus menjadi orang yang sangat mencintai Yesus.
Dalam bacaan hari ini, kita adalah orang yang dimaksudkan dalam perumpamaan sebagai mutiara yang indah. Mutiara adalah barang yang sangat mahal harganya. Maka sungguh merupakan karunia yang besar karena kita dicari dan dipilih sendiri oleh Yesus. Kehadiran Yesus di dunia ini menjadi bukti bahwa kita sangat berharga di mata Allah. Kita dipilih untuk diselamatkan dan agar dapat masuk ke dalam KS. Untuk itu kita tidak boleh mengabaikan tawaran Yesus. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan emas dalam mendapat keselamatan kekal. Kita semua diajak menanggapi amanat Yesus dalam karya pewartaan Injil.
Bagaimana caranya? Tentu saja kita harus tetap menjadi mutiara yang indah. Menjadi mutiara kehidupan yang berkilauan karena mampu menerima berkat dan kasih keselamatan Yesus. Dengan diselamatkan Yesus, menjadi tugas kita untuk membagikan suka cita kita kepada orang lain. Tentu saja setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam tugas pewartaan. Setiap orang bisa mewartakan KS dengan talenta, bakat dan kemampuan masing-masing yang dipunyainya, lewat kesaksian hidup kita. (THONY)
Doa: Ya Tuhan, jadikanlah aku pribadi yang setia dan pantas menerima kasih dan karunia-Nya sebagai umat pilihan Allah.
Janji: “Oh, Kekuatanku, bagimu aku akan melantunkan melodi, Karena Allah adalah tempat tinggiku yang aman, Allah kebaikan hati yang penuh kasih terhadapku” ---- Mazmur 59:17
Pujian: Kunjungan pendampingan pastoral secara rutin oleh Pastor Mark kepada pasien-pasien yang beragama Katolik di sebuah Rumah Sakit Jakarta telah menumbuhkan iman dan pengharapan mereka. Ini terutama bagi ibu Clara yang sedang menunggui anaknya yang sedang sakit berat. Ia bisa mendapatkan ketabahan iman ketika akhirnya harus menerima kenyataan bahwa anaknya meninggal setelah dirawat selama satu bulan.
Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ