MENJAGA KESUCIAN BAIT ALLAH

09 November 2024

Sabtu, 9 November 2024

Yehezkiel 47: 1-2.8-9.12

1 Korintus 3:9c-11.16-17

Mazmur 46:2-3.5-6.8-9

Yohanes 2:13-22


"Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Allah dengan semua domba dan lembu mereka. Uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini! Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!" --- Yohanes 2:1.5-1.6


DALAM KISAH Perjanjian Lama Bait Allah adalah tempat dimana Tabut Perjanjian sebagai representasi kehadiran Allah berada dan tahtakan. Demikian kudusnya Bait Allah, tempat dimana Allah berada, sehingga hanya Imam yang boleh mendekati dan masuk ke dalam Bait Allah. Selama perjalanan Bangsa Israel menuju ke Tanah Terjanji, Bait Allah berada didalam tenda besar. Tenda ini akan dibongkar, diangkut dan didirikan lagi seiring perjalanan Bangsa Israel menuju Tanah Terjanji. Lama setelah masuk ke Tanah Terjanji, Bait Allah baru dibangun secara permanen oleh Raja Salomo. Sangat megah dan indah Bait Allah yang didirikan. Namun Bait Allah yang besar dan megah ini dihancurkan oleh Raja Nebukadnesar pada saat Bangsa Israel tinggal dalam masa pembuangan di Babel. Bait Allah baru dibangun kembali oleh Zerubabel dan Ezra pada saat bangsa Israel telah kembali dari pembuangan di Babilonia. Beberapa ratus tahun kemudian, dalam masa raja Herodes I berkuasa Bait Allah diperbaiki.

Bait Allah adalah tempat yang amat kudus. Sedemikian kudusnya Bait Allah, sehingga Tuhan Yesus sangat marah manakala Bait Allah tidak dijaga kekudusannya. Bait Allah dijadikan sebagai pasar, tempat berjualan aneka hewan ternak oleh orang Yahudi. (Yoh.2:15-16)

Pada detik-detik saat Tuhan Yesus wafat di kayu salib, tabir Bait Suci terkoyak menjadi dua. (Luk.23:44-46) Tabir atau tirai kenisah ini menjadi "dinding" pembatas yang memisahkan Tabut Perjanjian dengan umat-Nya. Jadi ada "batas" yang memisahkan, yang menciptakan "jarak" antara Allah dengan umat-Nya. Dengan wafat Tuhan Yesus "batas" atau "jarak" itu telah musnah. Tidak ada lagi batas "pemisah". Dengan kematian Anak-Nya Yang Tunggal, Allah tidak lagi tinggal di dalam kuil-kuil buatan tangan manusia. (Kis.17:24) Sejak saat itu Allah tinggal di dalam diri manusia. Manusia adalah "bait" ciptaan Allah. Bagi kita umat yang beriman, Tuhan ada di dalam hati manusia. Tuhan kini hanyalah sejauh doa! Dengan demikian bagi umat beriman, sebenarnya tubuh manusia adalah "bait", tempat dimana Allah berada dan bertahta. Sehingga seharusnya tubuh kita adalah "tempat yang kudus" dimana Allah tinggal. Oleh karena itu, adalah suatu keharusan bagi kita untuk senantiasa menjaga "kesucian" tubuh kita. Namun, kita manusia sering abai. Tubuh kita tidak kita jaga dan pelihara sebagaimana seharusnya. Bahkan banyak tindakan keseharian kita yang malah merusak kesucian dan kemurnian tubuh kita. Misalnya konsumsi makanan/minuman yang merusak raga, pola istirahat yang tidak benar, kebiasaan yang tidak baik bagi kebugaran raga, kebersihan tubuh tidak terjaga, kesehatan tidak dipelihara, kemurnian raga tidak diperhatikan, dan sebagainya.

Seperti pada saat Tuhan Yesus sangat marah ketika Bait Suci di Yerusalem dijadikan pasar, demikian juga Tuhan Yesus pasti akan tidak berkenan manakala kita tidak bisa menjaga "kekudusan tubuh" kita. Kita sebagai pengikut Tuhan Yesus seharusnya patuh dan mengikuti semua perintah-Nya. Melalui bacaan hari ini kita diingatkan untuk senantiasa mengupayakan kesucian tubuh kita, sebagai "Bait Allah" dimana Allah tinggal dan bertahta. (Hadi Karyono}


DOA: "Ya Allah, kami seringkali lupa bahwa raga kami, tubuh kami sebenarnya adalah "bait" dimana Engkau tinggal dan bertahta. Kami cenderung terjatuh kedalam dosa. Kami tidak menjaga kekudusan tubuh kami sebagai "bait"-Mu. Pikiran, perkataan dan perbuatan yang kami lakukan sering mengotori raga kami. Sehingga raga kami tidak pantas untuk menjadi "tempat tinggal"-Mu. Ya Allah, bantulah kami yang lemah ini agar senantiasa mengupayakan untuk menjaga kemurnian tubuh dan raga kami sehingga kami layak menjadi "tempat tinggal"­ Mu Amin.

JANJI: "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." - Mazmur 46:2

PUJIAN: Santo Teodorus Tiro, Martir. Lahir di Eukhaita. Namun tanggal pasti kelahirannya tidak diketahui. Teodorus Tiro wafat pada tanggal 17 Pebruari 306 di Amasea, Turki. Teodorus dikenal sebagai seorang jendral tentara Romawi yang disegani dan penganut Kristen yang saleh. Dia seorang yang bijaksana dan sungguh mengganggap setan sebagai musuh utamanya. Dalam suatu perkemahan tentara Romawi pada musim dingin di Pontus, dia diajak oleh rekan-rekan sesama tentara untuk menyembah dewa-dewi pagan. Namun Theodorus menolak ikut serta dalam upacara­ upacara mereka. Maka, Theodorus ditangkap karena menganut agama yang diancam dengan hukuman mati oleh Kaisar. Sempat ditahan, namun dibebaskan oleh pengadilan militer karena dia dinaggap sebagai seorang jendral yang baik. Theodorus ditangkap lagi karena membakar kuil kibele (dewi ibu) di Amasea. Setelah beberapa kali diinterogasi, dipenjara dan disiksa, akhirnya Theodorus dijatuhi hukuman mati dengan dibakar hidup-hidup pada tahun 306.

Penanggung Jawab RH: Komunitas MBA (Mari Baca Alkitab)

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.