MENJAGA RUMAH IBADAH BAIK YANG LAHIRIAH MAUPUN BATINIA

18 November 2022

Jumat, 18 November 2022 

Wahyu 10:8-11

Mazmur 119: 14, 24, 72, 103, 111, 131

Lukas 19:45-48

  

“Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.”

Mazmur 119:24

 

Kita biasa mendengar jargon politik, yang berbunyi: dalam politik, tidak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan. Itu sangat kita kenal dalam politik di Indonesia. Partai yang tidak seideologi dapat berkoalisi karena mempunyai kepentingan yang sama. Dalam pengalaman di pilpres, partai yang tadinya musuh atau di pihak lawan, sesudah pemilihan selesai yang tadinya musuh dan lawan itu dapat menjadi kawan, ya karena adanya kepentingan yang sama.

Soal kepentingan ini pula yang melatarbelakangi suasana bacaan Injil hari ini. Yesus ingin menegakkan kebenaran tentang bait Allah yang adalah rumah Allah, rumah doa, tetapi malah menjadi tempat orang berdagang alias pasar. Maka, Tuhan marah dengan mengusir para penjaga. Sebaliknya, para pemimpin Yahudi: para imam kepala dan ahli Taurat, serta orang terkemuka bangsa Israel tidak suka pada Yesus dan mereka ingin membinasakan Dia. Para pemimpin bangsa Yahudi waktu itu yang sebenarnya juga tidak selalu rukun, dapat bersatu dan kompak melawan Yesus, karena mereka mempunyai kepentingan yakni kuasa dan pengaruh, yang dasarnya berakar pada rasa iri hati pada Yesus. Sementara itu, rakyat banyak yang bukan pemimpin bangsa, katakanlah orang- orang sederhana justru terpikat kepada Yesus dan ingin mendengarkan Dia. Orang- orang sederhana itu tidak mempunyai kepentingan yang berorientasi pada kekuasaan, sehingga dapat mendengarkan Yesus.

Kita dapat belajar pada rakyat sederhana ini. Mereka terpikat pada Yesus dan ingin mendengarkan Dia, karena tidak mempunyai kepentingan yang berorientasi pada kuasa. Tentu orang-orang mempunyai kepentingan, yakni memuaskan dahaga firman Allah dan memberi waktu untuk itu. Marilah kita mohon kepada Tuhan agar hidup ini dibebaskan dari kepentingan yang berorientasi pada kekuasaan, kedudukan, ataupun kepentingan duniawi lainnya. Kita mohon agar kepentingan kita cuma satu: selalu haus akan sabda Tuhan dan anugerah diri-Nya sebagaimana selalu kita terima dalam Ekaristi Kudus. (SW).

 

DOA           Sabdamu ya Bapa telah kami terima dengan penuh rasa syukur, biarlah sabdamu menyucikan hati dan batinku.

JANJI        “kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Lukas 19:46

PUJIAN     bulan November adalah bulan doa untuk para arwah umat beriman dan mengingat mereka mereka yg telah wafat dengan iman dan mohon kekuatan iman. Tanggal 18 november gereja memperingati juga St, Romanus dari Antiokia, ia seorang martir. Ia adalah seorang diakon dari Gereja Sesarea tetapi, kemartirannya dihubungkan dengan para martir yang di bunuh di pealestina meskipun dia dari Anteokia. Ia di hubungkan dengan orang-rang yang bersemangat meneguhkan para umat yang menderita kerena dianiaya agar tetap teguh imannya. Umatnya yang dikejar-kejar oleh penguasa karena imannya kepada Kristus. Ia memberi peringatan kepada para hakim yang mengadili umatnya sambil meneguhkan hati umatnya yang berada di sidang pengadilan, maka ia sendiri di tangkap dan dibunuh dengan dibakar hidup-hidup. Didalam penderitaan ia tetap berkhotbah menyemangati umat yang menyaksikannya agar tetap teguh iman mereka kepada Kristus.

Penanggung Jawab RH: Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.