MENOLAK BERKAT

02 September 2019

Senin, 2 September 2019

1 Tesalonika 4:13-17a

Mazmur 96:1,3-5,11-13

Lukas 4:16-30

 

"Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”  ----  Lukas 4:30

 

ADA  ORANG-ORANG  ditolak oleh keluarga sendiri, ditolak oleh teman-temannya, ditolak oleh orang-orang sebangsanya atau ditolak oleh orang-orang seagamanya. Kita kadang heran dan kurang mengerti, mengapa banyak orang yang ditolak di lingkungannya atau di tempatnya sendiri. Apakah itu ada hubungannya dengan sifat kedagingan manusia yaitu iri hati dan dengki atau mungkin juga kalau dari tempat asalnya kita sudah tahu segala kekurangan dan kejelekannya, sehingga ia ditolak dan sulit diterima.

Yesus datang ke tempat asal-Nya, Nazaret. Ia datang untuk menyampaikan Kabar Baik, tetapi orang-orang Nazaret yang mengenal-Nya sebagai anak tukang kayu, Yosef dan Maria, tidak percaya dengan apa yang disampaikan-Nya. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa DIA ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan DIA dari tebing itu.

 Tetapi “IA berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.” (Luk 4:30). Orang-orang itu begitu dikuasai oleh prasangka buruk dan tidak mau tahu kebaikan seseorang, hal ini sebenarnya sangat merugikan mereka sendiri. Mereka telah menolak berkat karena keselamatan atau kebahagiaan lalu tidak terjadi pada diri mereka.

Agar tidak mengalami kerugian seperti mereka, hendaklah kita berusaha dengan segala kerendahan hati untuk menerima dan menghargai hasil karya ataupun sumbangan dan pemberian dari saudara-saudara kita atau teman-teman dekat kita. Jika kita tidak bisa menghargai dan mengasihi orang-orang yang dekat dengan kita maka menghargai dan mengasihi yang jauh dengan kita adalah mustahil, itu hanya sandiwara saja.

Mari, sebagai orang beriman pada Kristus, kita dalam menerima dan melihat sesuatu janganlah memandangnya dengan ‘negative thinking’ tetapi marikita belajar untuk melihat dan menerimanya dengan ‘positive thinking’. (PIN)

 

Doa: Tuhan Yesus, Engkau telah mengajarkan kami agar mengasihi sesama kami seperti diri sendiri. Bimbinglah kami yang lemah ini ya Tuhan, agar mampu menghargai dan mengasihi sesama kami dan terlebih orang-orang yang dekat dengan kami.

Janji: IA akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. ---- Mazmur 96:13

Pujian: St. Kim Tae-gon, imam pertama Korea, didorong oleh imannya kepada Allah dan kasihnya kepada orang-orang kristiani, menemukan sebuah jalan yang merupakan tugas yang sulit untuk membuat karya misionaris awal ke Korea. Dan hanya tiga belas bulan setelah ia ditahbiskan, dia dihukum mati dengan pedang, ketika ia masih berusia 26 tahun dan minyak suci ketika penahbisannya masih segar dan berada di tangannya.

Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Tutup Jendela
Donasi

Darurat : Banjir Jakarta 100 Rumah Terdampak

27%
Terkumpul Rp. 27.791.000
Goal Rp. 100.000.000
Donatur 207 kebaikan
Doa 178 doa

Pilih jumlah donasimu

Rp.